Kali ini gw akan
berusaha menjadi sok bijaksana. Kenapa jadi sok? sok karena mau cerita soal
pernikahan tsahh...sok karena nikah baru setahun lebih. tahu apa lo nick?
*keplak* *tangkis*
Gw akui dibandingkan
dengan senior-senior blogger lain yang menulis anniversary bagus banget seperti
yang diceritakan
disini sebenernya gw blum ada apa-apanya. Masih newly wed (eh masih
bisa dibilang pengantin baru ga yaa?) tetapi disini mumpung ada waktu sebentar
boleh ya cerita.
Sekitar beberapa
bulan yang lalu, gw merayaan 1st Anniversary! Horeee! karena konon katanya
setahun pertama pernikahan adalah yang paling berat seperti ditulis disini.
Bener atau tidak balik lagi ke pribadi masing-masing tetapi overall menurut gw
bisa jadi benar karena saat tahun pertama ini adalah bener-bener kehidupan 2
orang yang notabene dari latar belakang berbeda dijadikan satu tumplek dalam
satu rumah. yang namanya cekcok/ribut-ribut kecil tentunya bakal merasakan
difase setahun menikah ini.
Dia salah! Dia
keliru! Aku yang benar! Aku lebih tahu soal ini dibandingkan dia!
Itu yang dinamakan
ego. Ego dalam bahasa yunani berarti Aku. Keakuan. gw percaya setiap manusia
memiliki ego ini. Tetapi mungkin kadarnya berbeda satu sama lain. Saat sepasang
manusia menikah maka ego itu akan dia bawa juga ke dalam kehidupan
pernikahannya dan saat dua ego ini bertemu akan ada tiga kemungkinan yang
terjadi
1. Ego suami lebih
besar dari istrinya
2. Ego istri lebih
besar dari suaminya
3. Ego keduanya
sama-sama besar.
Apabila yang ketemu
adalah nomor 1 dan nomor 2 maka kemungkinan besar (diulang lagi kemungkinan yah
bisa bener bisa salah. Disclaimer ceritanya) akan lebih jarang cekcok
karena salah satunya memiliki kesadaran untuk mengalah yang lebih besar, yang
biasanya orang-orang suka bilang panci ketemu tutup, klop. Contohnya : yang
pendiam ketemu yang cerewet/bawel, yang dewasa ketemu yang childish,
dsb.
Yang jadi masalah
adalah saat yang terjadi nomor 3. Biasanya no. 3 ini terjadi saat dua individu
memiliki karakteristik yang mirip. Sama-sama cerewet, sama-sama galak,
sama-sama suka ngatur, sama-sama mempunyai jiwa leadership yang tinggi (leader
mana ada yang mau jadi bawahan, alpha male/female saudara-saudara!)
Saat no. 3 yang
terjadi maka tahun pertama ini beneran banyak cobaannya. World War Z bakal
sering terjadi. Karena egonya sama-sama besar sehingga semua harus didebat
dahulu sampai ketahuan yang mana yang benar/salah baru dah selesai. Nah trus
apa yang terjadi bila mengalami yang no.3? Bagaimana caranya agar kehidupan
setelah menikah bisa sama bahkan lebih bahagia dari yang no. 1 / no. 2?
Dari tulisan-tulisan
gw harusnya kalian sudah tahu sendiri bahwa gw adalah Alpha Male, Raja Kongtai
cuyy...I work my ass to accomplished what I have today, dan I don't care to all
haters! Go F*ck yourself! *terbawa suasana*
Lalu ada istriku,
hmm..bagaimana cara mendeskripsikan dia yah, istriku adalah salah satu rare
specimen of human, sangat cantik tetapi juga sangat cerdas, feminim sejati
tetapi juga tangguh dan kuat, memiliki tingkat ketelitian dan leadership yang
super (eks senior auditor dari one of the biggest accounting firm in the
world), kemampuan linguistiknya juga diatas rata-rata, atletis dan segudang
prestasi dan kelebihan lainnya yang kalau ditulis semua udah jadi cv 2 halaman.
Wanita super! dan tentunya gw sangat bersyukur bisa mendapatkan istri seperti
ini.
Agar rumah tangga
tidak sering runyam maka berikut tips dari raja kongtai ini.
1. Don't
panic!
Jangan panik dulu
apabila anda sering berdebat dengan suami/istri anda dan lalu langsung berpikir
bahwa mungkin anda tidak cocok. Jangan juga langsung curhat kemana-mana tentang
dapur rumah tangga, bila ini sampai ke oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab
dan tidak kompeten maka dipastikan bakal jadi bahan gosip arisan ga penting
atau anda dapat solusi yang menyesatkan atau yang lebih parah, malah anda akan
digosok biar jadi makin runyam, Ada yang seperti itu orangnya adaaaa...
2. Remember why you
marry him/her
Apabila anda menikah
bukan karena dipaksa/pernikahan yang diatur orang tua alias nikah karena pengen
sendiri atas dasar cinta (makan tuh cinta! *eh) tentunya anda tahu mengapa anda
mau menikah dengannya waktu itu. Coba diingat-ingat kembali deh, puter waktu
kebelakang sedikit, cari momen paling indah saat anda bersama dia sebelum anda
menikah. Udah dapet? ingat-ingat momen itu dalam-dalam.
Mengingat kembali
saat-saat indah berdua akan membuat anda teringat betapa anda mencintai dia.
Setiap kali anda mau mulai ribut, ingat kembali momen itu. Emosi yang sudah
diubun-ubun sedikit banyak akan lebih mencair bila anda mengingat momen itu.
Tapi kok pas lagi emosi ga inget ya nick?? Gw ga bilang ini gampang lho.
Menurut Richard
Atkinson dan Richard Shiffrin (dalam Matlin, 1998), ingatan disimpan dalam tiga
sistem penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory), memori
jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term
memory).
Sebelum masuk ke ingatan
jangka panjang, informasi yang telah disaring pada ingatan jangka pendek, perlu
dilakukan proses semantic atau imagery coding. Berarti momen itu
musti diingat berkali-kali agar beneran jadi sesuatu yang dinilai layak oleh
otak anda untuk masuk ke memori permanen.
Tips : Pasang foto berdua
dilock screen hp (bukan pic profile yah) yang tentunya setiap kali anda membuka
hp akan melihat itu dulu, itu namanya latihan imagery coding.
3. Nobody is Perfect
Nobody is
perfect, itu benar tetapi anda kan ga bodoh-bodoh amat mau menikah dengan
seseorang bila dia tidak memiliki something yang membuat anda
klepek-klepek, betul apa betul?
Seringkali bukan
kelebihan dia yang jadi bahan masalah tetapi kekurangannya. Bila masa pacaran
suka dibilang masa tahi ayam rasa cokelat nah disini mulai kerasa tahinya
ha..ha..ha..
Kekurangan-kekurangan
pasangan mulai terlihat jelas, gw yakin sekali buat yang baru merit 3 bulan
kalo ditanya kekurangan pasangannya apa pasti udah bisa bikin list. Tidak
jarang juga hal ini jadi bahan utk cekcok sehari-hari.
gw ga melarang anda
mengkritik kekurangan pasangan anda, tetapi tolong diterapkan bila dalam benak
anda mengucapkan kekurangan pasangan maka ingat juga kelebihannya. Itu
saja.
contoh :
Suamiku itu orangnya
cepet darah tinggi tetapi dia selalu berkomitmen akan sesuatu yang dia lakukan
Istriku itu lelet
sekali, tetapi dia selalu mengingatkan apabila ada yang aku lupakan.
Suamiku itu kalo
sudah maen game lupa waktu tetapi dia ga pernah 'jajan' di panti pijat plus2
maupun kelayapan ke tempat-tempat ga bener. Sehabis pulang kantor langsung ke
rumah.
Istriku itu ga bisa
masak tetapi dia pintar cari uang dan berinvestasi.
Faktanya, setiap manusia tanpa terkecuali pasti memiliki kekurangan, termasuk pasangan anda. Jauh lebih mudah untuk menerima kelebihan seseorang dibandingkan kekurangan seseorang. Tetapi bila anda bisa menerima kekurangannya pasti anda bisa menerima kelebihannya bukan? satu masalah sudah terselesaikan.
4. Do more to your
loves one, expect less
Manusia nih, punya
kecenderungan apabila sudah ngasih sesuatu yang besar ke seseorang maka makin
tinggi juga ekspektasi terhadap orang tersebut dan hukum alam bersabda, makin
tinggi ekspektasi maka makin tinggi juga kekecewaan.
So from now on, do
the best and expect less. You'll be more happy.
5. Press your Ego.
Salah satu yang
paling penting adalah untuk menekan egomu. Menikah berarti melebur dua individu
menjadi satu. Apa pentingnya membuktikan siapa yang benar/salah dalam hubungan
suami istri? toh seandainya anda memang benar apakah itu kunci kebahagiaan
dalam rumah tangga anda? gw rasa tidak.
Ada sebuah cerita
tentang pasangan pengantin baru yang saya baca dalam buku Si Cacing dan Kotoran
Kesayangannya jilid 1. Halaman berapa saya lupa tetapi demikian bagusnya cerita
ini sehingga gw inget.
"Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata istri, " itu pasti suara ayam."
"Bukan,bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu suara ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!'. bebek itu 'kuek! kuek!'
Itu bebek, Sayang," kata suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan. "Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah tuh! Itu suara bebek," kata suami.
"Bukan, Sayang.... Itu ayam! Aku yakin betul!" tandas si istri sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a... da... lah... be... bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!" si suami berkata dengan gusar.
"Tetapi itu ayam!" masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue... bek! Kamu ini... Kamu ini...!"
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tetapi itu ayam..."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, teringat kenapa dia menikahi istrinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra,
"Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima Kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Mana yang lebih
penting, kebahagiaan atau membuktikan ego anda paling besar? Meminta maaf
walaupun bukan anda yang salah itu berat lho..tapi ya itu..musti bisa
mengalah..mengalah untuk tapi menang, jangan salah artikan mengalah kali
ini untuk selanjutnya musti menang yah..itu sih balik lagi ke nomor 4.
Mengalah tapi
menang, itu slogannya kawan. Anda mengalah bukan kalah, tetapi anda sebenarnya
menang. Apa yang dimenangkan? kerukunan dengan pasangan.
Ini ga gampang
memang, bahkan gw sendiri masih tetap dalam proses belajar untuk menjalankan
ini semaksimal mungkin. Tetapi gw yakin jika kita bisa jalankan tentunya
kehidupan berumah tangga itu akan jauh lebih happy. Happy Marriage, Happy Life.
Nick. Over and Out.

No comments:
Post a Comment