Pages

Thursday, 28 January 2016

Sudah menikah, now what?



Kali ini gw akan berusaha menjadi sok bijaksana. Kenapa jadi sok? sok karena mau cerita soal pernikahan tsahh...sok karena nikah baru setahun lebih. tahu apa lo nick? *keplak* *tangkis*

Gw akui dibandingkan dengan senior-senior blogger lain yang menulis anniversary bagus banget seperti yang diceritakan disini sebenernya gw blum ada apa-apanya. Masih newly wed (eh masih bisa dibilang pengantin baru ga yaa?) tetapi disini mumpung ada waktu sebentar boleh ya cerita.

Sekitar beberapa bulan yang lalu, gw merayaan 1st Anniversary! Horeee! karena konon katanya setahun pertama pernikahan adalah yang paling berat seperti ditulis disini. Bener atau tidak balik lagi ke pribadi masing-masing tetapi overall menurut gw bisa jadi benar karena saat tahun pertama ini adalah bener-bener kehidupan 2 orang yang notabene dari latar belakang berbeda dijadikan satu tumplek dalam satu rumah. yang namanya cekcok/ribut-ribut kecil tentunya bakal merasakan difase setahun menikah ini. 

Dia salah! Dia keliru! Aku yang benar! Aku lebih tahu soal ini dibandingkan dia!

Itu yang dinamakan ego. Ego dalam bahasa yunani berarti Aku. Keakuan. gw percaya setiap manusia memiliki ego ini. Tetapi mungkin kadarnya berbeda satu sama lain. Saat sepasang manusia menikah maka ego itu akan dia bawa juga ke dalam kehidupan pernikahannya dan saat dua ego ini bertemu akan ada tiga kemungkinan yang terjadi 

1. Ego suami lebih besar dari istrinya
2. Ego istri lebih besar dari suaminya
3. Ego keduanya sama-sama besar.

Apabila yang ketemu adalah nomor 1 dan nomor 2 maka kemungkinan besar (diulang lagi kemungkinan yah bisa bener bisa salah. Disclaimer ceritanya) akan lebih jarang cekcok karena salah satunya memiliki kesadaran untuk mengalah yang lebih besar, yang biasanya orang-orang suka bilang panci ketemu tutup, klop. Contohnya : yang pendiam ketemu yang cerewet/bawel, yang dewasa ketemu yang childish, dsb.

Yang jadi masalah adalah saat yang terjadi nomor 3. Biasanya no. 3 ini terjadi saat dua individu memiliki karakteristik yang mirip. Sama-sama cerewet, sama-sama galak, sama-sama suka ngatur, sama-sama mempunyai jiwa leadership yang tinggi (leader mana ada yang mau jadi bawahan, alpha male/female saudara-saudara!) 

Saat no. 3 yang terjadi maka tahun pertama ini beneran banyak cobaannya. World War Z bakal sering terjadi. Karena egonya sama-sama besar sehingga semua harus didebat dahulu sampai ketahuan yang mana yang benar/salah baru dah selesai. Nah trus apa yang terjadi bila mengalami yang no.3? Bagaimana caranya agar kehidupan setelah menikah bisa sama bahkan lebih bahagia dari yang no. 1 / no. 2?

Dari tulisan-tulisan gw harusnya kalian sudah tahu sendiri bahwa gw adalah Alpha Male, Raja Kongtai cuyy...I work my ass to accomplished what I have today, dan I don't care to all haters! Go F*ck yourself! *terbawa suasana*

Lalu ada istriku, hmm..bagaimana cara mendeskripsikan dia yah, istriku adalah salah satu rare specimen of human, sangat cantik tetapi juga sangat cerdas, feminim sejati tetapi juga tangguh dan kuat, memiliki tingkat ketelitian dan leadership yang super (eks senior auditor dari one of the biggest accounting firm in the world), kemampuan linguistiknya juga diatas rata-rata, atletis dan segudang prestasi dan kelebihan lainnya yang kalau ditulis semua udah jadi cv 2 halaman. Wanita super! dan tentunya gw sangat bersyukur bisa mendapatkan istri seperti ini. 

Agar rumah tangga tidak sering runyam maka berikut tips dari raja kongtai ini.

 1. Don't panic! 

Jangan panik dulu apabila anda sering berdebat dengan suami/istri anda dan lalu langsung berpikir bahwa mungkin anda tidak cocok. Jangan juga langsung curhat kemana-mana tentang dapur rumah tangga, bila ini sampai ke oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak kompeten maka dipastikan bakal jadi bahan gosip arisan ga penting atau anda dapat solusi yang menyesatkan atau yang lebih parah, malah anda akan digosok biar jadi makin runyam, Ada yang seperti itu orangnya adaaaa...

2. Remember why you marry him/her

Apabila anda menikah bukan karena dipaksa/pernikahan yang diatur orang tua alias nikah karena pengen sendiri atas dasar cinta (makan tuh cinta! *eh) tentunya anda tahu mengapa anda mau menikah dengannya waktu itu. Coba diingat-ingat kembali deh, puter waktu kebelakang sedikit, cari momen paling indah saat anda bersama dia sebelum anda menikah. Udah dapet? ingat-ingat momen itu dalam-dalam. 

Mengingat kembali saat-saat indah berdua akan membuat anda teringat betapa anda mencintai dia. Setiap kali anda mau mulai ribut, ingat kembali momen itu. Emosi yang sudah diubun-ubun sedikit banyak akan lebih mencair bila anda mengingat momen itu. Tapi kok pas lagi emosi ga inget ya nick?? Gw ga bilang ini gampang lho.
Menurut Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (dalam Matlin, 1998), ingatan disimpan dalam tiga sistem penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory), memori jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory).
Sebelum masuk ke ingatan jangka panjang, informasi yang telah disaring pada ingatan jangka pendek, perlu dilakukan proses semantic atau imagery coding. Berarti momen itu musti diingat berkali-kali agar beneran jadi sesuatu yang dinilai layak oleh otak anda untuk masuk ke memori permanen. 
Tips : Pasang foto berdua dilock screen hp (bukan pic profile yah) yang tentunya setiap kali anda membuka hp akan melihat itu dulu, itu namanya latihan imagery coding.
3. Nobody is Perfect

Nobody is perfect, itu benar tetapi anda kan ga bodoh-bodoh amat mau menikah dengan seseorang bila dia tidak memiliki something yang membuat anda klepek-klepek, betul apa betul?

Seringkali bukan kelebihan dia yang jadi bahan masalah tetapi kekurangannya. Bila masa pacaran suka dibilang masa tahi ayam rasa cokelat nah disini mulai kerasa tahinya ha..ha..ha..

Kekurangan-kekurangan pasangan mulai terlihat jelas, gw yakin sekali buat yang baru merit 3 bulan kalo ditanya kekurangan pasangannya apa pasti udah bisa bikin list. Tidak jarang juga hal ini jadi bahan utk cekcok sehari-hari.

gw ga melarang anda mengkritik kekurangan pasangan anda, tetapi tolong diterapkan bila dalam benak anda mengucapkan kekurangan pasangan maka ingat juga kelebihannya. Itu saja. 

contoh :

Suamiku itu orangnya cepet darah tinggi tetapi dia selalu berkomitmen akan sesuatu yang dia lakukan

Istriku itu lelet sekali, tetapi dia selalu mengingatkan apabila ada yang aku lupakan.

Suamiku itu kalo sudah maen game lupa waktu tetapi dia ga pernah 'jajan' di panti pijat plus2 maupun kelayapan ke tempat-tempat ga bener. Sehabis pulang kantor langsung ke rumah.

Istriku itu ga bisa masak tetapi dia pintar cari uang dan berinvestasi.

Faktanya, setiap manusia tanpa terkecuali pasti memiliki kekurangan, termasuk pasangan anda. Jauh lebih mudah untuk menerima kelebihan seseorang dibandingkan kekurangan seseorang. Tetapi bila anda bisa menerima kekurangannya pasti anda bisa menerima kelebihannya bukan? satu masalah sudah terselesaikan.

4. Do more to your loves one, expect less

Manusia nih, punya kecenderungan apabila sudah ngasih sesuatu yang besar ke seseorang maka makin tinggi juga ekspektasi terhadap orang tersebut dan hukum alam bersabda, makin tinggi ekspektasi maka makin tinggi juga kekecewaan.

So from now on, do the best and expect less. You'll be more happy.

5. Press your Ego.

Salah satu yang paling penting adalah untuk menekan egomu. Menikah berarti melebur dua individu menjadi satu. Apa pentingnya membuktikan siapa yang benar/salah dalam hubungan suami istri? toh seandainya anda memang benar apakah itu kunci kebahagiaan dalam rumah tangga anda? gw rasa tidak.

Ada sebuah cerita tentang pasangan pengantin baru yang saya baca dalam buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya jilid 1. Halaman berapa saya lupa tetapi demikian bagusnya cerita ini sehingga gw inget. 

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara dari kejauhan,
"Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata istri, " itu pasti suara ayam."
"Bukan,bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu suara ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!'. bebek itu 'kuek! kuek!'
Itu bebek, Sayang," kata suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan. "Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah tuh! Itu suara bebek," kata suami.
"Bukan, Sayang.... Itu ayam! Aku yakin betul!" tandas si istri sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a... da... lah... be... bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!" si suami berkata dengan gusar.
"Tetapi itu ayam!" masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue... bek! Kamu ini... Kamu ini...!"
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tetapi itu ayam..."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, teringat kenapa dia menikahi istrinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra,
"Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima Kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Mana yang lebih penting, kebahagiaan atau membuktikan ego anda paling besar? Meminta maaf walaupun bukan anda yang salah itu berat lho..tapi ya itu..musti bisa mengalah..mengalah untuk tapi menang, jangan salah artikan mengalah kali ini untuk selanjutnya musti menang yah..itu sih balik lagi ke nomor 4. 

Mengalah tapi menang, itu slogannya kawan. Anda mengalah bukan kalah, tetapi anda sebenarnya menang. Apa yang dimenangkan? kerukunan dengan pasangan. 

Ini ga gampang memang, bahkan gw sendiri masih tetap dalam proses belajar untuk menjalankan ini semaksimal mungkin. Tetapi gw yakin jika kita bisa jalankan tentunya kehidupan berumah tangga itu akan jauh lebih happy. Happy Marriage, Happy Life. Nick. Over and Out.


No comments:

Post a Comment