Siapa didunia ini yang tidak pernah marah? gw yakin siapapun minimal pernah marah minimal sekali dalam hidupnya. Nah malam ini gw akan membahas sedikit tentang kemarahan versi gw.
Kenapa gw musti membahas mengenai kemarahan? karena ada beberapa hal yang akan gw luruskan tentang fenomena kemarahan ini. Banyak orang mengenal gw sebagai orang yang memiliki tingkat humoris yang jauh diatas rata-rata. Gw juga seseorang yang jarang sekali marah. Kebetulan pula beberapa kolega gw ngerasa gw ini cukup orang yang taat beragama bahkan ada teman gw yang blg dy banyak belajar tentang bagaimana menjadi orang yang lebih baik dari gw lalu gw suka sekali berargumen tapi itu bukanlah sebuah bentuk kemarahan, gw orang yang suka berargumen tapi gw ga marah kalo kalah argumen bahkan gw ngerasa berargumen itu salah satu cara bertukar pendapat dan ilmu pengetahuan yang cukup efektif tapi kita akan bahas itu dalam lain kesempatan.
Yang sering terjadi adalah orang salah kaprah, saat gw berargumen secara keras dan ngotot gw dianggep marah, pedahal tidak sama sekali. Namun saat gw marah orang malah ngerasa gw tuh ga marah/becanda. Blunder yang sangat fatal sepertinya.
Untuk orang yang mengenal gw, yes gw juga cuma manusia biasa, gw bisa marah, gw blum jadi malaikat dan sangat disayangkan beberapa kejadian saat gw sedang marah orang tuh malah ga bisa membaca sinyal tersebut sehingga akhirnya ya dia jadi sasaran kemarahan gw yang menurut gw cukup brutal sih.
Satu yang pasti gw bukan orang yang suka marah tiba-tiba alias reaktif dan lepas kendali, ngamuk lalu besoknya sudah lupa sama marah yang kemarin (banyak boss yang begini). Gw ga pernah marah tiba-tiba karena lagi bad mood ato PMS. Semua kemarahan yang terjadi selalu ada chain reaction sebagai akibat dari beberapa tahap yang gw sebut 3 tahap kemarahan. Kemarahan ini seperti surat peringatan di kantor dimana ada 3 yaitu sp1, sp2 dan sp3 alias dipecat secara tidak hormat. Berikut penjelasannya :
1. SP1 alias marah biasa
Level ini bisa dibilang marah level ringan. Biasanya terjadi tuh sebenarnya sebabnya bisa dijabarkan sbb;
- Salah ngomong
- Meremehkan/ignore gw
Ada saudara gw, dy sama gw tinggal dalam radius tidak sampai 20km dari tempat gw tinggal maupun kerja sudah hampir 1 tahun gw sudah berkali-kali ngajak ketemu dan ngobrol2 gitu selalu ga bisa. Alasan gw ngajak karena gw ngerasa dia masih sanak saudara gw dan gw ini orangnya cukup familier sm saudara maupun teman, apabila ada teman gw ngajak ketemu kalo deket ga pernah gw tolak, selalu gw carikan waktu karena itu gunanya teman dan saudara kan. Mempererat ikatan yang sudah terjalin. Makanya ada sin cia/lebaran/natal/ceng beng agar kita dapat kumpul dengan orang yang kita cintai dan kita perduli. Nah manusia satu ini sudah 11 bln ga bs ditemui, pedahal ya deket jaraknya, sesibuk apapun masa dalam waktu kurang lebih 330 hari ga bs cari 2 jam ketemu gw? dan ternyata ketemu gw ga bisa tapi hangout di mall, dugem di blowfish bisa. Ter..la..lu
- Bercanda keterlaluan pada saat yang tidak tepat
- Memanfaatkan gw
Pada SP1 ini sebenarnya sudah terlihat tanda gw sedang marah yaitu gw akan silent mode. Gw yang biasanya rame, suka nyerocos dsb akan tenang dan diam. Seperti laut dimana tsunami akan datang sehening itulah gw dan sangat tidak mungkin tidak bisa melihat perubahan ini. Nah tahap ini sih biasanya masih bisa dimaafkan sama gw asal dy ngerasa kesalahannya dimana dan meminta maaf. Masalah selesai.
Tapi ga selesai juga sih sebenarnya, gw maafkan akan tetapi dosa dy ini sudah masuk ke yang namanya buku dosa gw. Nah buku dosa ini adalah catatan yang secara otomatis tersimpan dalam memori otak gw kalau seseorang sudah pernah melakukan SP1 ini. Gw bukan orang pemaaf? bukan, gw maafkan tapi seperti sebuah pagar kayu yang ditancapkan paku, walaupun paku itu dicabut, lubang yang telah terbentuk tak akan hilang bukan nah seperti itulah buku dosa ini. Mencatat akumulasi skor orang-orang disekitar gw. Sesimpel itu.
2. SP2
Pada tahap ini, aliran darah pada pembuluh darah mulai bertambah cepat, tingkat adrenalin meningkat dan muka gw sih sudah cukup seram harusnya. Laksana telur diujung tanduk, ini sudah lampu kuning buat mereka. Kemungkinan dimaafkan masih ada tapi udah sekitar 25%. Pada level ini akibatnya dari putus hubungan sudara/teman sampai ih hoa ciap giok (jurusnya puteri kiau goat dalam komik si tapak sakti yaitu jurus pembalik atau gw kembalikan damage yang gw rasa dengan setimpal kepada orang tsb).
Penyebab seeorang bisa membuat gw marah ke SP2 ini biasanya adalah Akumulasi kesalahan SP1 yang terulang kembali beberapa kali namun ada beberapa kasus yang langsung ngebuat gw naik ke SP2 berikut salah duanya;
- Ada paman gw yang menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan dengan menjual rumah warisan orangtua gw untuk gw dan adik gw utk menutupi kerugian usahanya lalu hasil penjualannya tidak sepeserpun balik ke kitaorg dan tidak ada ucapan maaf pun yang keluar dari mulut . Ini langsung buat gw marah SP2 dan buat gw memutuskan hubungan persaudaraan yang ada. Jangan sampai bertemu gw langsung sampai kapanpun sebaiknya. Salah ngomong aja dia bisa berakibat ke SP3. Hukuman putus hubungan sudara itu sudah akibat paling ringan sama dy, urusan dy tar sm raja neraka aja pas dah ninggal. Bisa dimaafkan asal dia mengganti rumah orang tua gw yang sudah dijual dan sujud minta ampun didepan abu orang tua gw sih.
- Developer rumah gw dan orang bank tentunya yang sudah bekerjasama dengan baik melakukan penipuan terhadap gw seperti yang sudah gw jelaskan pada tulisan gw beberapa waktu yang lalu.
3. SP3
Disinilah tahap dimana gw sudah mencapai batas kesabaran, disini saat seluruh badan gw menjadi panas dan muka gw menjadi merah. Disini marah yang sesungguhnya terjadi. Buat yang pernah dan berencana membuat gw marah SP3 ini, congratulation! you have unleash the kraken. Saat gw marah ini, tingkatnya sudah tiada maaf bagimu, disini lo bukan berhadapan dengan nick yang baik, ramah dan humoris. Disini kau akan berhadapan dengan nick yang luar biasa jahat, licik, pendendam dan yang akan melakukan apa saja untuk membuatmu jatuh. Disini otak gw sudah mengeluarkan perintah eksekusi yang tidak bisa ditarik lagi, segala sesuatu akan menjadi sangat tidak terkendali. Disini saat gunung krakatau meletus yang menyebabkan 1/3 dunia gelap gulita.
Agak hiperbolis sepertinya tapi itulah yang terjadi, saat kemarahan gw sampai SP3 gw sudah ga berpikir apa yang akan terjadi saat gw melakukan ini sama dia, sudah tidak dibayangkan. Saat ini bukan pembalasan setimpal lagi yang gw cari akan tetapi gw akan buat 10x lipat lebih parah (at least!). Sebabnya yah tinggal dipikirkan saja yang lebih buruk dari sebab-sebab yang bisa menyebabkan SP1 dan SP2 diatas.
Sampai saat ini, baru ada 2 orang yang pernah merasakan kemarahan SP3 gw ini antara lain ;
- Teman sma gw dulu, dia menonjok muka gw karena becanda keterlaluan. Yang terjadi selanjutnya hidungnya patah, dy diskors 2 minggu dari sekolah dan gw bahkan tidak diskors sama sekali. Well, gw benar-benar jahat sehingga setelah menonjok dia yang seharusnya sudah terbalaskan tapi gw masih mengadu domba dy sm teman gw yang satunya lalu mereka berantem lagi sepulang sekolah dan akhirnya dua-duanya diskors. Gw bersih karena yang sepulang sekolah gw ga ikutan. Jahat kan? I'm not proud of it but it already happen.
- Teman kantor lama gw, seorang wanita. Ini sudah tingkat dosanya tinggi sekali sehingga gw sudah ga kuat lagi, beruntung sekali dy karena dy wanita jadi ga bs gw ajak berantem fisik, akan tetapi saat itu gw didepan bos sudah mengeluarkan kata-kata yang luar biasa tajam dan keji yang bahkan ga mw gw tulis disini sampai dy bergetar karena marah/mw nangis karena suara gw saat sudah SP3 ini bukan silent mode lagi akan tetapi cukup menggelegar sih harusnya, gw ga inget tapi teman gw yang menjadi saksi hidup setelahnya sampai bilang kalo gw menyeramkan. Ada pepatah mengatakan lidah itu lebih tajam dari pedang, nah disini lidah gw benar-benar tajam, gw memang ga bisa dan ga pernah memukul seorang wanita tapi sanking gw ga puasnya, gw pernah bilang sama dy, kalo saja lo bisa berubah jadi cowok dalam waktu 30 menit saja, kita tidak akan masih berbicara seperti sekarang ini, so consider you are lucky. Saat itu bahkan boss gw ga bisa melerai karena yang gw bahas itu isi dari buku dosa gw, isinya daftar yang sudah dia lakukan mengapa gw sampai semarah itu, dan boss gw bahkan tidak bisa memberikan pembelaan kepada dy, not even once. I'm not proud of what I did tapi setelah gw marah sama dy, gw lebih lega dan puas. Kadang memang ada manusia itu jahat, luar biasa jahat seperti ex-office mate gw ini tapi you pick the wrong guy to mess with.
Gw sama sekali ga bangga menuliskan posting yang ini, cuma seperti Bruce Banner yang memohon agar jangan membuat dia marah ya seperti itulah yang sedang gw lakukan sekarang. Tolong jangan buat gw marah, gw ga mau marah, dan you won't like when I'm angry.
waduh serem banget nih kayaknya kalo bikin lu marah nick... huahahaha
ReplyDeletelol...ga segampang itu sih ko gw marah..special cases saja :D
ReplyDeletemenarik tulisannya...:)
ReplyDelete@kontraktor bangunan : thanks..
ReplyDelete