Pages

Wednesday, 16 January 2019

#10YearsChallenge

Jadi didunia Instagram sekarang ini lagi hits, #10YearsChallenge. Jadi itu sebenarnya bukan trend yang baru, dahulu sudah pernah hitz, intinya membandingkan tahun 2009 picture of you vs 2019. 

Karena 10years Challenges ini sebenernya yang buat hitz adalah membawa kenangan nostalgia (makanya akan benar-benar kena untuk yang umur 30 keatas karena mereka memiliki memori lebih di 2009 dibandingkan para milenials yang saat itu masih smp/sma). 

Nah mendapatkan inspirasi dari #10YearsChallenge mari kita upgrade menjadi satu level lebih tinggi, yaitu tidak hanya membandingkan 10 hal/kebiasaan yang berubah dari 2009 ke 2019. 

10 hal/kebiasaan ini bisa terbagi menjadi 3 yaitu 10 Improvement, 10 Disimprovement dan 10 hal yang stay the same. Mari kita mulai.

#10Years10Disimprovement
  1. Berat badan dari 75kg naik ke 92kg dan ukuran celana mengikut dari 34 ke 38 Hiksss
  2. Menyadari bahwa ternyata optimisme saat menatap masa depan di umur awal 20an terkikis dengan realita kehidupan dan sekarang dari optimis menjadi realistis (untunglah ga sampai pesimistis).
  3. Kemacetan Jakarta really gets into my nerves apalagi setelah kebijakan genap ganjil yang meluas sampai ke rasuna said, s. parman dll. 
  4. Rambut sudah mulai ada uban, I'm getting older (and wiser)
  5. Mengalami yang namanya gigi patah, DBD sampe diopname dan menyadari bahwa sakit itu mahallll 
  6. Dulu yang namanya liburan itu bukan sesuatu yang esensial tetapi ternyata sekarang ini menjadi sesuatu yang luar biasa yah hmm
  7. eCommerce membuat jiwa shopaholic gw menjadi-jadi, begitu mudahnya untuk windows shopping dan membeli barang tanpa perlu datang ke mall/toko. Sangat mudah tetapi susah bayarnya hahaha
  8. Mager, kurang gerak dan olah raga, penyakit pegawai kantoran, sekarang mau mencapai 8000 langkah per hari saja susah, mau ngegym udah capek dan stress duluan di kemacetan jalanan.
  9. Kolesterol mulai menghantui, udah diatas 200, jadinya sekarang mulai kontrol makan, dahulu kayaknya makan apa saja bisa, sekarang yah junk food sudah dijauhi, makanan full lemak dan dunia perbabian juga jarang.
  10. Less sleep, tidur 8-9 jam saat malam hari itu adalah sebuah kemewahan yang tidak bisa dinikmati setiap hari.

#10Years10Improvement

  1. Learn a lot of new skills, from SQL Server, Tableau sampai Power BI
  2. Career path berubah dari Programmer IT menjadi seorang Business Analytics, ternyata gw lebih suka menganalisa dari pada cuma coding program.
  3. Dahulu kuliner itu yang penting kuantitas, sekarang mulai menghargai kualitas (walau tetep makan michelin star sih masih dilidah B doang hahaha)
  4. Dahulu pilihan berbusana itu yang penting affordable, kualitas nomor 2, sejak berteman dengan orang dunia fashion yang T.O.P.B.G.T ternyata dari pada beli sepatu kualitas faux leather tapi tiap 8-10 bln ganti, mending beli satu sepatu kualitas genuine leather dan adiprene sol tapi bisa 2-3tahun dipakai.
  5. Biasanya kalau ketemu expat tuh ga pede ngomong english, mikir salah grammar, spelling dsb tetapi sejak sering kerja dikantor yang banyak expat dari berbagai belahan dunia jadi sadar, kuncinya adalah pede, sisanya akan mengikuti. Terus ternyata selain lawan ngomong lo dari US/UK/India ga semua expat juga ngomong inggris dengan benar (apalagi kalau English bukan bahasa resmi dinegaranya). At the end, waktu ketemu warga US di trip ke nusa penida Bali beberapa bulan lalu, ngomong inggris dan mereka bilang inggris gw bagus dan punya artikulasi yang jelas, lumayan lahhh..walau menurut gw masih blepotan
  6. Dulu single sekarang double, a lot of adaptation dalam mengarungi bahtera rumah tangga but after more than 4 year marriage yah sudah ketemu lah titik equilibriumnya tsahhh
  7. Merasakan jadi pekerja di negara orang walau cuma sejenak, sesuatu yang tidak pernah muncul dalam mimpi paling liar gw sekalipun. 
  8. Merasakan yang namanya winter walau baru 6-7 derajat, belum ada salju and Me Gusta! Dari dahulu gw selalu gampang berkeringat disaat cuaca panas dikit, dan selalu berpikir ah ga cocok nih tinggal di negara tropis, dan ternyata gw suka winter walau ternyata kering ga lembab (beda sama kalau ke lembang/puncak yah dinginnya). Semoga nextnya bisa melangkah lebih jauh lagi.
  9. Dalam hubungan interpersonal daripada memiliki teman segudang tetapi ga dekat lebih baik punya inner circle yang kecil tetapi mereka semua adalah teman sejatimu
  10. Ternyata kegokilan gw ini telah meningkat dari level 23 menjadi 158, dari sekedar prank kecoa sampai faking email dsb sudah gw praktekan dalam kehidupan sehari-hari dan menemukan teman-teman yang punya kadar gila yang sama itu fun.

#10YearsStayTheSame

  1. Masih tetap suka ontime dalam hal disiplin waktu, dateng kerja tenggo pulang tenggo bahkan sudah menjadi way of life sepertinya.
  2. Eat fast. "Kalau makan saja, sesuatu yang mudah, lambat, gimana kerja?" - Motto dari ayahku yang tentunya selalu gw dan adik gw pegang dan akan menjadi legacy yang akan terus gw turunkan ke anak cucu gw.
  3. Nonton film tetap menjadi sesuatu yang mendarah daging buat gw. Film adalah tempat gw berelaksasi, melepas penat, media belajar, melepaskan hormon endorfin dsb.
  4. Masih tetap pelupa. Walaupun sekarang sudah ada istri yang bantu mengingatkan tetapi yah gitu deh, tetap suka lupaan hahaha
  5. Best drink in the World is Coffee. Sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkan hahaha
  6. Pork belly tetap adalah makanan paling enak diseluruh dunia menurut my humble opinion, sudah mencoba macam-macam makanan tetap Pork Belly adalah makanan yang bisa buat gw dan lidah gw berdansa.
  7. Migrain masih suka datang, walau dahulu bisa 2-3x seminggu sekarang sudah berkurang menjadi sebulan sekali dan akhirnya gw menemukan penyebabnya, eureka! yang pertama karena layar komputer yang diplototin itu letaknya lebih rendah dari pandangan mata dengan kepala tegak, sehingga kepala secara otomatis nunduk, menambah 30% beban leher, yang kedua adalah pemilihan bantal yang salah, bantal yang lembek membuat leher dan bahu sakit. Yang ketiga adalah posisi tidur, nah ini agak susah, saat tidur sudah terlalu lelap, posisi badan tidak bisa diatur, ya menyebabkan kadang masih suka migrain. 
  8. Masih suka ke Bandar Lampung minimal 1x setahun. After all Lampung is my hometown. Oh iya satu lagi, gw menemukan orang yang ternyata malu mengaku dari Lampung, WTF? janganlah kita menjadi kacang yang lupa kulit, bahasa spanyolnya, Don't Forget your Roots. 
  9. Tetap anak rumahan, saat libur dirumah saja berhari-hari itu tidak ada masalah, terutama setelah pesan makan bisa lewat Go-Food, wagelaseh..mempermudah hidup banget.
  10. Masih demen uptodate dengan ponsel, hampir tiap hari gw selalu buka GSMArena.com, Gizmodo, etc untuk ga ketinggalan dengan trend ponsel terbaru, menurut gw itu sesuatu berita yang layak untuk dibaca :) .
That's all from me, What about yours? Nick. Over and Out.

Tuesday, 15 January 2019

My Phone Experience Index Part II

Sudah hampir 10 tahun (kurang 1 minggu) sejak gw posting tentang My Phone Experience Index part 1. Saat henpon berOS symbian sudah bisa dikatakan super canggih saat itu, kamera 3mpx sudah keren banget, android, Windows Phone maupun iOS saja belum nongol. 

Mari kita kulik bersama-sama sekalian sedikit bernostalgia dengan perkembangan ponsel 10 tahun terakhir (note: Penulis anak millenials ababil yang tergila-gila experience sehingga jangan kaget hobi gonta ganti hape) :

18. SonyEricsson K770


Ternyata hari-hari dimana gw tergiur kembali hape-hape teranyar kembali berlanjut dari tahun 2009. Setelah sebelumnya gw ada 3 hape yaitu SE W610, Nokia 3120 classic dan Motorola F3c maka beberapa bulan kemudian gw jual si SE W610 & Nokia 3120 untuk diganti dua-duanya dengan SE K770 ini dan LG KP100 sebagai hape kedua.

Jika diingat-ingat sebenarnya hape ini ga canggih-canggih amat tetapi punya bentuk dan desain yang manis dan keren. Untuk kamera saat itu SonyEricsson selalu mengagumkan kualitasnya (bahkan sampai sekarang masih digunakan oleh Xiaomi dari flagship sampai redmi series).


19. LG KP100


Ini hape dumbphone yang cukup oke, bahkan agak miris jika dipikir dari 10 tahun yang lalu, dumbphone masih ada saja yang keluar sekarang memiliki layar berwarna kasar seperti ini (Nokia 105, I'm looking at you!).

Seingetan gw ini hape mini, kecil, cukup untuk telpon dan sms.

20. O2 Atom Mini II



Entah kenapa saat itu gw pengen banget punya hape yang bisa dipake untuk tools bekerja sehingga yah disaat symbian kurang support maka gw melirik Windows Mobile (kakeknya Windows Phone). Hape ini memiliki tampilan desktop windows dan merupakan ponsel stylus pertamaku walaupun belinya seken.

Kelebihannya adalah punya office yang tentunya bisa buka excel dan powerpoint :))

Digunakan bentar banget lalu dijual sama pacarnya sepupu yang bayarnya tidak lunas sampai sekarang :( karena gw kena racoen pekat dari MantuGaul ditulisan ini dan..

21. Nokia 5800 XpressMusic

Behold! Salah satu hape tercanggih yang pernah ada di 2009. Ponsel touchscreen kedua dari Nokia setelah Nokia 7710 (kalau ga salah ingat) yang keren banget dan bisa mengakomodir kebutuhan gw akan hape yang suaranya keren untuk denger lagu, kamera yang bagus dan membuka mata gua bahwa touchscreen phone tidak butuh stylus, bisa gunakan jari.

Menggunakan hape ini benar-benar memberikan kepuasan buat gw, ada satu lagi feature yang menurut gw sumpah keren abis. TV-out! Yes, dalam kotaknya sudah diberikan kabel RCA untuk colok ke TV. 

Yes, ini jadul disaat sekarang dimana ada miracast, chromecast dsb. Tetapi saat itu, ini sesuatu yang ga banyak ponsel bisa lakukan. Plus gw suka colok di rumah teman/sudara untuk nonton film, videoklip WonderGirls dan main game. Good 'ol times!

Begitu sayangnya gw sama ponsel ini, ponsel ini sampai sekarang masih gw simpan dan berfungsi. Disaat ini dari gw awalnya punya love hate relationship dengan Nokia menjadi full love. Nah pertanyaannya apakah gw insyaf ganti-ganti hape?

22. Blackberry 8520 


Ternyata jawabannya engga :) gw mengganti LG KP100 dengan Blackberry Gemini ini. My first gemini, kalau ga salah waktu itu beli di 2010 harganya 3,2juta. Beli ini karena waktu itu pacaran jarak jauh dengan pacar dan pengen chattingan BBM.

Sebenarnya gemini ini ga worth the money, kameranya jelek, layar ga ok, suara jg speakernya jelekan, berbanding bumi dan langit dengan Nokia 5800 lahh. tetapi ternyata ponsel ini salah satu paling awet yang pernah gw pakai, bertahan 5 tahun lebih sampai tahun 2015 sampai akhirnya dia mati sendiri dan ga hidup-hidup lagi. 

Selama itu karena built qualitynya yang amburadul sampai tulang framenya kropos karena menggunakan karet seperti karet tombol kalkulator plus keyboardnya dah susah ngeklik sehingga akhirnya gw ganti bajunya jadi merah. Merah Putih karena gw cinta Indonesia. 


Hape ini merupakan the First and the last Blackberry I ever used karena setelah itu RIM blunder dengan menyediakan BBM untuk semua Android jadi tidak ada lagi spesialnya BB dimata gw (selain keyboard QWERTY yang sampai sekarang cuma BB yang ada).

23. HTC Wildfire S


My first android phone, lungsuran dari adek, ini ponsel kecil-kecil cabe rawit, kameranya ciamik walau cuma 5mpx tapi saat itu liat hasilnya oke banget. Masih tersimpan dalam Hall of Fame

24. Nokia Lumia 920 

Tahun 2013, gw mulai merasa nokia 5800 gw ketinggalan jaman, Symbian ketinggalan jaman dan ini ga cuma gw lho yang berpikir seperti ini, jutaan pengguna symbian pun merasakan hal yang sama.

Saat itu para petinggi Nokia sudah menyadari ini dan berusaha melawan gempuran Android dan iOS dengan awalnya menggunakan MeeGo, OS berbasis linux, pada Nokia N9. Lalu kerajaan api pun datang Stephen Elop datang dengan idenya menggunakan Windows Phone yang kita tahu akhirnya gagal dan menyebabkan Nokia bangkrut. 

Tetapi balik lagi, saat itu gw memang lagi cinta sama Nokiyem dan masih fresh dalam ingatan gw saat gw bimbang di depan Nokia Store Central Park Mall karena abis melihat kemampuan kamera Nokia Lumia 1020 yang ciamik. 

Namun karena saat itu harganya masih mahal gw beranggapan bahwa kamera Nokia 920 pun sebenernya sudah lebih dari cukup plus setelah melihat video di youtube Nokia 920 digetok-getok pake palu godam pun ga kenapa-kenapa jadilah gw meminang nih hape dan memang benar, hape ini kameranya oke banget dan Windows Phone pun cepat, lebih cepat dibandingkan dengan Android saat itu dan tidak seperti Android yang rakus RAM dengan 512mb pun sudah lancar, apalagi Nokia 920 ini yang menggunakan ram 1gb.

Pada titik ini, gw sudah terlepas dari nafsu untuk gonta ganti hape dalam waktu singkat. Thanks to Nokia 5800 dan Blackberry Gemini, sehingga apabila memutuskan ganti hape harus ada alasan yang kuat. Nokia ini gw pakai untuk mengabadikan banyak momen-momen berharga dan priceless plus disini gw seneng banget main game Asphalt 8 yang keren banget.

Namun karena dicharge menggunakan charger mobil saat perjalanan ke bandung, hape ini tiba-tiba panas dan sepertinya sih ada komponennya yang meleleh sehingga jika dikoneksi mobile internet atau melakukan banyak task yang menyebabkan panas maka hape ini akan hang. Tidak menyangka bahwa ponsel yang tahan dihantam palu akan rusak karena dari dalam (aliran listrik). 

Saat ini hape ini masih tersimpan dalam Hall of Fame gw.


25. Xiaomi Redmi 3



Sebelum Nokia Lumia 920 gw RIP, dari tahun 2015 Xiaomi sudah masuk dalam radar gw, produsen hape yang dah kayak Yayasan nirlaba, karena harga yang diberikan dengan ponsel yang dijual ga make sense. Akhirnya gw pun mencicipi Redmi 3 yang gw beli seharga 2,1juta. 

Ternyata ga salah pilih, performancenya smooth, kameranya lumayan dan bagian belakangnya ini ada motif yang keren dan ga pasaran. Worth every rupiahs

Tetapi memang hal baik itu tidak berlangsung lama, dua bulan setelah menggunakan hape ini, gw dicopet dijembatan penyeberangan depan Central Park Mall tengah hari bolong saat ingin buat eKTP di dukcapil Jakarta Barat. Saat itu gw taruh dalam tas ransel bersamaan dengan Blackberry Gemini, entah kenapa yang keambil yang ini bukan Blackberry Gemini hiks..

26. Xiaomi Mi 4c



Setelah redmi 3 itu hilang dicopet, gw berniat mengganti dengan Xiaomi kembali, tetapi pingin cari yang lebih murah tetapi dengan spesifikasi yang lebih baik, ga tahu diri yah? tetapi ternyata ada! 

Xiaomi mi 4c namanya, sudah menggunakan Snapdragon 808, layar full HD, kameranya 13mpx dan ram 2gb dengan seharga hanya 1,4juta saja di eCommerce, another best buy for my wallet. 

Selain itu hape ini support IR-Blaster, bisa digunakan sebagai universal remote untuk AC, TV, Projector dsb. Lagi antri didokter trus TV disana muter acara ga bermutu? tinggal cek merk TVnya apa langsung pencet, ganti dengan sule dan andre, I'm powerful!!!!!! 

Kelemahan ponsel ini adalah tidak memiliki slot memory card, jadi gw musti puas dengan hanya memiliki memori 11 gb untuk digunakan.


27. Nokia Lumia 630

Karena masih belum moveon dengan Windows Phone maka setelah si Blackberry Gemini koit maka akhirnya yang menggantikan adalah Lumia 630. Hape ini salah satu hape best buy yang pernah gw beli, beli tahun 2016 di toped dengan harga 635 ribu perak saja (Nokia eh Microsoft sudah diambang kehancuran saat ini) sehingga banyak sekali ponsel Lumia yang dijual dengan harga miring termasuk ponsel ini.

Ram cuma 512mb, tetapi buat yang ga percaya boleh ketemu gw untuk adu kegegasannya dengan ponsel android ram 2Gb, gw jamin masih menang nih nokia 630. Pilih warna hijau stabilo yang keren abiss. Selain kameranya yang medioker tidak ada yang perlu dikomplain dari hape ini, masih gw gunakan sekali-kali karena support 3.5mm jack untuk denger lagu/radio pakai earphone.



28. Xiaomi Mi Note 3

September 2017, Gw yang sudah ngebet dengan Mi 6 yang menurut gw udah cakep banget menggunakan glass sandwich. Ponsel ini masuk kriteria dalam ponsel sempurna versi gw.

Ada beberapa checklist yang menurut gw perlu ada dalam sebuah ponsel yang sempurna menurut versi Gw sbb :

  1. Layar Full HD minimal
  2. RAM > 4Gb untuk android 
  3. Memori > 32Gb agar ga kehabisan memori kayak si Mi 4c
  4. Camera wajib hukumnya ciamik. Patokannya DxoMark musti diatas 85 skornya
  5. IR-Blaster. Superpower feature yang harus selalu ada, gw gagal paham produsen hape yang menghapus fungsi ini apakah masih bisa dikategorikan SMARTphone.
  6. Bodi tahan Bend Test.
  7. OIS harus ada, kelemahan dalam kamera Mi 4c yang gw lihat adalah karena tidak ada optic stabilizer maka foto suka blur, apalagi kalau kondisi malam.
  8. Bodi ga segede gaban, musti bisa dikantongin di celana jeans bagian depan
  9. Worth the money
Xiaomi Mi 6 memenuhi semua itu tetapi harganya yang diatas 5juta masih ga masuk dalam checklist no. 9.

Jika ada yang bertanya kenapa gw ga pernah pakai iphone salah satunya adalah itu, iphone X itu margin profitnya 64% apa-apaan coba, gw ga sebodoh itu untuk kena kongtai Apple. 

Nah disaat sedang menunggu harga Mi 6 turun tiba-tiba pada Oktober Xiaomi melaunching Xiaomi Mi Note 3. Hape yang memiliki desain yang sama dengan Mi 6 dengan harga lebih murah dengan kompensasinya ukuran sudah tidak pas masuk kantung depan celana jeans dan mengganti procienya dari Snapdragon 835 menjadi Snapdragon 660 tetapi memberikan layar lebih besar 5.5 inch dan kamera depan 16mpx dari 8mpx di Mi 6. Bungkusss!!!



Dan terbukti hape ini begitu lengkapnya sampai saat ini jika gw cari apakah ada hape yang keluaran 2018 yang mampu memiliki kemampuan melebihi Mi Note 3 ini tanpa mengurangi feature yang ada ternyata cuma ada 2 ponsel. Huawei P20 Pro dan Huawei Mate 20 Pro. Tetapi 2 ponsel ini pun ukurannya sudah tidak bisa digunakan menggunakan 1 tangan hmm.

Sedangkan Xiaomi sejak awal 2018 telah mencopot IR-Blaster dari semua flagshipnya (mulai Mi Mix 2s). Sesuatu keputusan yang bodoh, lebih bodoh dari saat mereka melepas jack 3.5mm. 

Apakah tidak ada hape yang layak menggantikan Xiaomi Mi Note 3? We shall see..


Nick. Over and Out.