Pages

Sunday, 4 December 2022

Seputar dunia kerja, postingan yang membosankan (2)

Kelanjutan postingan sebelumnya, jadi setelah sekian bulan anxiety attack sampe ga bisa tidur dengan nyenyak, suka terbangun tengah malam lalu nonton tiktok  akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan sekarang.  Dan ibaratnya kayak udah pacaran 6thn lalu putus tentu ada galau momentnya, jadi suka ngedengerin lagu-lagu mellow kayak I can't stop thinking about you-nya The Shadowboxer dan Love is pain-nya Phinneas hiks.. untungnya November rainnya GnR ga ikutan, pedahal pas banget bulannya.

Lalu yang bikin tambah miris adalah karena kebijakan hybrid working, jadi WFO mandatory tuh cuma 12x sebulan, dan biasanya pada selesaikan sebelum minggu terakhir sehingga yah pas last day hampir dipastikan sudah kosong kantor, at least di divisi gw. Nyesek yak..

Tapi memang rezekinya anak sholeh kata orang-orang, banyak yang masih sempet-sempetin dateng lho ke kantor, demi 'melepas' gw dengan proper, melted..

Dikasih farewell gift tempat air minum paling viral saat ini


Last lunch with the team T_T



Akhirnya nginjak ke ASHTA, tempat wajib anak jaksel :)


Trus jam 4 setor semua perlengkapan atribut lenong dan laptop trus balik dehh.. Sampai sekarang sih masih agak-agak sedih ya, karena sebenernya tuh udah pengen stay sampe beneran pensiun umur 55. Cuma itu terlalu muluk, sekarang aja tiap bulan ada 20 orang kurang lebih isunya di pensiun dini, dicicil dikit-dikit biar ga rame. 

Masih ada sekitar seminggu lagi jadi pengangguran, semoga kantor baru lebih memberikan job security dibandingkan tempat lama. *Crossed fingers*

Saturday, 5 November 2022

Seputar dunia kerja, postingan yang membosankan

Sempet denger generasi jaman now dibilang generasi strawberry? alias ya lembek kayak strawberry, dipencet dikit sudah meringis nah ternyata belum lama ini ada baca berita yang membenarkan hal tersebut.


Hal ini terasa cukup membagongkan buat gw sih, dulu sih waktu gw masih muda, bisa kerja aja udah sukur sekarang malah yang muda-muda pada milih berhenti kerja daripada ga happy dikantor. Mungkin pengaruh orangtua jaman now juga yang rata-rata lebih mapan dan stabil keuangannya, sehingga anak-anak ini merasa, jika gw tidak kerja pun, gw ga mungkin kelaparan, masih ada yang kasih uang buat beli paket data, jalan-jalan dsb. 

Beberapa minggu yang lalu, ex-teman kerja dikantor lama yang anaknya sudah 23thn juga sempet curhat bahwa anaknya ini memutuskan berhenti kerja 3 bulan di Agate, salah satu developer game Tanah Air yang menurut gw cukup berprestasi ya lalu kemudian memilih bekerja di Malaysia, lalu sekarang bilang mau balik kerja di Agate lagi, karena diperusahaan yang sekarang lebih ga enak. Gubrakk!

Lalu ada juga temen kerja gw yang cerita bahwa pacar anaknya yang juga memutuskan berhenti kerja dari salah satu Top law firm dengan alasan terlalu banyak lembur, sekarang masih menganggur. Kalau mau kerja di Law Firm musti siap lembur lah, ga pernah nonton film The Suits yang diperankan mbak Meghan Markle yah? Dipikir mungkin kerja di Law Firm itu kerjaannya kerja bentar abis itu joget-joget pakai handuk di beach club Bali kayak Hotman Paris. Pedahal.....Hotman juga ga berada diposisi sekarang instan, dia kerja gila-gilaan dari masih muda makanya baru bisa sukses seperti sekarang. 

2 case tersebut mengkonfirmasi survey diatas itu bukan mengada-ngada tetapi memang beneran terjadi. Tetapi gw terus terang masih speechless dengan cara berpikirnya mereka. Agak worry juga dengan generasi penerus bangsa kalau isinya model anak-anak manja begini. No Pain No Gain guys! Itu semboyan gw dari masih muda, ga ada yang instan kayak nyeduh indomi.

Dilain pihak, banyak perusahaan (bukan startup) yang kondisi keuangannya sehat, bisnis tumbuh tetapi membabat para karyawannya yang sudah belasan bahkan puluhan tahun bekerja dengan istilah "Pensiun Dini" lalu berusaha menggantikannya dengan anak-anak Gen Z yang memang jarang betah-an di kantor lama-lama. Ibarat rumah, pondasi kuat dengan bahan kayu jati mau diganti dengan strawberry, gw ga tahu itu disebut langkah yang bagus / bodoh. 

Memang karyawan yang sudah berumur, mereka tidak selincah dan sebugar anak-anak muda tetapi mereka ini yang sudah ikut menyukseskan perusahaan sampai sebesar ini. Mereka loyal dan apabila lo dah bekerja di sebuah perusahaan belasan-puluhan tahun, akan muncul sebuah rasa sayang dan cinta sama perusahaan lo, karena dari lo masih single, ga punya apa-apa, bisa kebeli motor pertama, mobil pertama, rumah pertama, menikah, dsb semua ya dari lo bekerja disini. Orang dengan pikiran normal pasti akan merasakan perasaan itu, kecuali memang oportunis.

Lalu gw pun pernah diundang mengikuti talkshow virtual yang diselenggarakan BCA dengan sebuah manager investasi. Yang notabene kita tahu BCA itu bank swasta terbesar dan most profitable bank di Indonesia. Saat itu yang menjadi narasumber adalah CFO sendiri, Ibu Vera Lim. Lalu membahas yang sempet viral di medsos yaitu betapa ramah dan serba bisanya para security/satpam BCA. Gw yakin kalian yang pernah ke bank BCA pernah melihat betapa ramah dan bisa membantu disaat kita kebingungan bahkan sampai dalam hal bertransaksi di mesin ATMnya.

Hal ini tidak lepas dari para manajemen yang menanamkan rasa kecintaan dan bangga akan kantor mereka. Para manajemen ini pun, semua orang lokal, dan memang proses jenjang karir ini bener-bener mereka fokus, jadi rata-rata para Kabag di BCA itu bener-bener mulai dari nol, dari teller/operasional sampai ke posisi puncak, bahkan CEOnya pun memang produk asli BCA. Prinsip ini yang menurut gw sesuatu yang menjadi koentji kenapa BCA dari dulu sampai sekarang masih kokoh di puncak. 

Mereka selalu upgrade bukan hanya mesin ATMnya yang memang makin lama makin canggih (ganti kartu atm bisa di mesin sekarang, ga perlu ke CS) tetapi juga karyawannya, itu leher keatas diupgrade. Hal ini membuat karyawan itu benar-benar merasa cinta dan ya ga cuma loyal tetapi juga tetep bisa berkontribusi dengan baik ke perusahaan.

Gw inget si Bu Vera ini ada bercerita bahwa dia pernah mendengar guyonan para karyawannya bahwa karyawan BCA ini berdarah biru semua, biru BCA, selama perusahaan masih membutuhkan mereka, mereka akan selalu ada untuk BCA. Saat gw mendengar cerita itu, ini sampai merinding guys, sampai meneteskan air mata gw, pedahal gw nonton drakor aja ga sampe begini hahaha..

Mungkin hal ini 'kena' banget di gw karena gw nih dari 5thn lalu tuh terus terang udah lelah career hopping, udah bilang this will be my last company sampe gw pensiun umur 55thn. Tetapi ada serangkaian kejadian yang seakan mengkonter statement gw.

Pertama, dimulai dari chief of HR yang menjawab sebuah pertanyaan di E-townhall dipertengahan 2020. 

"Pak, Apakah ada penghargaan terhadap masa kerja karyawan yang sudah > 5thn di sini?"

"Disini tidak ada apresiasi terhadap masa kerja tetapi apresiasi diberikan terhadap performa. Karyawan yang berperforma baik pasti akan mendapatkan apresiasi yang setimpal".

Dari sini gw udah mulai muncul pertanyaan, tetapi kan tidak bisa apple to apple membandingkan performa anak muda dengan karyawan yang sudah 20thn bekerja, pasti kalo begitu, yang muda akan lebih cepet dan lincah. Gw aja misal nih, suruh lawan diri gw 15thn yang lalu, gw lempar handuk, pasti diri gw yang lebih muda itu bakal menang, lo kasih dia apa aja, pasti dia bakal cepet bisa pelajari dan kuasai. Cuma karena gw takut dipecat gara-gara tanya begitu yaud gw bungkam saja, yang pasti jangan ngarep dikasih emas batangan udah kerja belasan & puluhan tahun.

Kedua, gw beranggapan rule of the gamenya adalah, Prestasi. Selama lo berprestasi dikerjaan lo, lo ga usah takut, ga bakal di PHK. Well, I was wrong. Agustus lalu, tanpa ada angin dan hujan, temen gw, yang notabene berprestasi (dia mendapatkan trip ke eropa karena prestasinya itu) tiba-tiba kena assesment, lalu timnya dibubarkan dan dimutasi ke bagian-bagian lain, cuma dia yang seorang kepala bagian, lalu dia diberikan waktu 3 hari untuk segera apply dan interview di posisi-posisi lain yang masih kosong diperusahaan, jika dalam waktu 3 hari tidak mendapatkan maka dipersilahkan out. 

Dan seperti bisa diprediksi, kantor gw yang sibuk ini, mau ngundang meeting ngebahas kerjaan saja ga bisa 1-2hari maen set meeting karena masing-masing bagian lain pada sibuk, gw buat nyari pengganti anak buah gw yang resign aja bisa dapet dalam waktu 2bln aja udah prestasi, ini cuma dikasih waktu 3hari. Akhirnya ga dapet dong, yaud sisanya 1on1 dengan HRD lalu ya dikasih paket pesangon dsb. Temen gw ini udah 12thn kerja disini, dan njirr.. kok kayak diperlakukan kayak abis korupsi sekian milyar duit perusahaan yak? lalu bonus dia yang dapet jalan-jalan ke eropa yang harusnya bulan oktober/november ini berangkat, dihanguskan. Tidak bisa diambil ataupun diuangkan.

Ini mengubah rule of the game diatas, nurani dan logika gw protes keras walau bukan gw yang kena PHK tetapi gw ngerasa ini ga fair, siapapun yang diberikan perlakuan seperti ini pasti ga ada yang siap. Temen gw ini bahkan saat gw aja ngobrol, dia kayak masih badan dimana, pikiran dimana, dia bilang dia masih berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Dia pun sempat bertanya, apa kesalahannya? ya tidak ada jawaban yang didapatkan. Mungkin kesalahannya adalah karena dia bekerja disini.

Lalu paska kejadian itu gw mulai sulit untuk tidur nyenyak, mata gw jadi terbuka, selain lo dah posisi chief keatas (which is mereka contract based, bukan pegawai tetap statusnya), tidak ada karyawan lelaki yang berusia 50an, bahkan gw sempet cek fakta sama senior-senior yang sudah belasan tahun disini. Ada tidak yang pensiun sesuai masanya alias umur 55thn? Ada, tetapi itu cuma beberapa dan mereka memang memegang skill yang tidak mudah digantikan, seperti pajak, legal dan semuanya tidak ada yang pria. WTF!

Ternyata cita-cita gw yang mau pensiun umur 55thn di kantor ini pun susah, tidak ada yang bisa menjamin, selama lo bekerja dengan baik, maka lo boleh pensiun disini umur 55, so far belum ada yang bisa. Makin sulit tidur kan gw!

Terus 10thn lagi, pas gw udah diatas 45thn, gw bisa aja sewaktu-waktu diPHK buat diganti sama si anak-anak Gen Z, si generasi stroberi yang kerja ogah-ogahan ini??????

Sori dori stroberi. I cannot let that shit happened. (Bersambung).




Saturday, 22 October 2022

After comma then comeback

Pembaca blog ini tentunya sudah muak sm si raja kongtai yang sudah melupakan blognya. Blog ini sudah bisa dibilang sudah masuk tahap koma, tinggal dilepas alat penopang hidupnya lalu game over

Sebenarnya ada beberapa draft yang sudah ditulis selama 4tahun terakhir tetapi karena kesibukan kerja jadi lupa diterusin sehingga akhirnya layu sebelum berkembang mirip judul lagu nostalgia.



So how is your life? Saya sudah mulai blogwalking kembali dan kembali membaca buku, yah.. ternyata selain ngeblog, hobi membaca buku pun sudah ditinggalkan, benar-benar kurang ajar memang.

Kesibukan lagi-lagi menjadi sebuah alasan. Sibuk juggling menjadi Ayah dua anak, suami dan pegawai. Karena mendiang Ayah saya salah satu ayah yang beneran berperan aktif membesarkan anak-anaknya, saya tidak pernah bisa membayangkan saya melepas anak-anak saya kepada suster maupun ibunya. Kebetulan, kembar. Memang tidak ada yang bisa menghandle sekaligus dua-duanya, sehingga yah memang perlu peran aktif bahkan sejak mereka masih dikandungan.

Ditambah sekarang dikantor juga banyak terjadi perubahan struktural, banyak yang pergi dan datang, perlu mentoring yang junior sampai akhirnya tanggal 10-10-2020 alias harbolnas dimana notabene banyak yang belanja, saya malah menghabiskan uang yang cukup untuk bisa beli mobil, 245juta rupiah, dikarenakan terpleset ditanggal sehabis ngepel lantai.


Konyol tetapi ya sukses menyebabkan saya untuk merasakan sakit luar biasa dan bedrest dan susah untuk bergerak selama hampir 1,5tahun. Untungnya, yes orang Indonesia selalu untung, saat pandemi, jadi kantor juga WFH bisa kerja dari rumah, dengan dirumah saja, untungnya Covid-19 sampai detik ini tidak menghampiri rumah kami (semoga engga hadir sampai anak-anak usia 6thn, mereka jadi sudah divaksin dahulu). 

Setelah kaki ini mulai bisa digunakan untuk berjalan diawal tahun, saya merasakan seperti punya energi berlebih, dari yang tadinya cuma duduk dan rebahan, jadi bisa WFO beberapa kali seminggu, bisa ketemu teman-teman kantor yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan seakan energi itu masih ada, menerima tawaran untuk menjadi lecture di sebuah program FastTrack course, masih soal data analytics

Lalu nambah lagi menjadi seorang MUI (Mock-up Interviewer) yaitu melakukan penilaian, trial serta memberikan feedback kepada student yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan mereka. Ini seperti jalan dari Tuhan untuk menambah uang dapur akan inflasi yang semakin tinggi, apa-apa naik. Thank God!

Sejak merasakan pentingnya perlu asuransi berkat bulak balik RS urusan kaki, merasa perlu paket lengkap asuransi, bukan cuma asuransi kesehatan tetapi juga memikirkan asuransi jiwa, critical illness dan sampai permanent disability. Yes, believe me, shit can happens right now!

Tapi makin sering mencari tahu, makin denger juga nada miring soal asuransi atau lebih tepatnya agen asuransinya. Lalu mulai analisa dikit, akhirnya ketemu nih boroknya, yang bikin banyak orang jadi alergi asuransi juga. 

Asuransi di Indonesia ini namanya kurang bagus ya, kalau tidak percaya coba deh googling, kasus asuransi di Indonesia atau baca surat pembaca. Bejibun!

Hal ini bisa dibilang sudah masuk lingkaran setan. Calon nasabah tidak terlalu paham pentingnya asuransi, fitur produk yang mereka beli, ditambah genjutsu dari agen-agen asuransi yang mikirnya duit aja, pengen cepet kaya dengan instan dan tidak mau susah payah menjelaskan produknya dengan benar dan tepat kemudian nasabah merasa tidak bisa klaim/uangnya berkurang/setelah 10thn masih harus tetap bayar dan akhirnya bad experience

Baru baru ini malahan ramai video dari seorang influencer muda yang interview 3 wanita muda yang berpenghasilan 600-1,1Milyar/bulan yang dimana pekerjaan mereka adalah "bisnis asuransi" pake kutip ya, silahkan research sendiri mengapa ada kutipnya.

Akhirnya, karena susah menemukan agen asuransi yang benar akhirnya gw ikut juga dong ujian AAJI, dan sekarang sudah menjadi seorang agen asuransi berlisensi juga, If you cannot find a fine insurance agent, be the agent your own! pay yourself to pick the correct and proper insurance product! anggap aja cashback! haha..

Karena kesibukan-kesibukan yang dibuat-buat itu akhirnya kembaliada waktu untuk tidak melakukan apapun. Sampai akhirnya, sakit! batuk pilek saja sih, tapi cukup ya buat diem aja dikamar..

Mungkin ini sesuatu yang perlu kita lakukan juga. Ditengah banyak sekali kegiatan, kesibukan, acara yang mungkin membuat kita, ah gua ga ada waktu!!!

kita perlu stop semuanya dahulu, diam...hening..

I don't talk about meditation shit or yogi thing, tapi beneran take a pause, you're moving too fast. 

Review kembali apa yang kita lakukan dan mungkin..mungkin ya, kita akan mengingat apa yang sebelumnya kita lupa lakukan, seperti menulis blog ini :)