Sudah lama blog ini tidak gw isi dengan hasil-hasil analisa gw jadi sekarang saatnya kembali menyalurkan skill gw yang paling boombastis yaitu Analisa.
Kali ini yang akan gw bedah adalah mengenai Maslow's Pyramid atau piramida maslow. Untuk lebih jelasnya mungkin kalian bisa baca di wikipedia dahulu asal usulnya disini.
Jadi singkatnya, Abraham Maslow seseorang yang super ahli dalam psikologi manusia merumuskan sebuah diagram (atau piramida) kebutuhan seperti diatas gambarnya diatas yang menggambarkan tingkatan sebuah manusia dalam hidup. Terdengar rumit? gw akan mempermudahnya dengan sebuah film yang tentunya sudah kalian tonton sebelumnya yaitu The Greatest Showman.
Film ini menggambarkan dengan sempurna akan Piramida Maslow ini, dimulai dari P.T Barnum saat masih kecil dan sebatangkara, ditinggal oleh ayahnya yang meninggal, maka saat itu kebutuhan yang paling penting adalah kebutuhan pertama dalam piramida Maslow, kebutuhan untuk hidup, untuk mendapatkan makanan, air, dsb. Lalu setelah berusaha berjualan koran bekas dsb untuk menyambung hidup, dia mulai memasuki piramida level kedua yaitu safety, keamanan, dia perlu memiliki penghasilan tetap untuk itu sehingga dia pun melamar kerja di perusahaan rel kereta api saat mendengar bahwa pekerjaan ini menjanjikan makan 2x sehari teratur dan uang tentunya.
Setelah memiliki pekerjaan tetap dan memenuhi kebutuhan dasarnya maka manusia dalam hal ini P.T Barnum akan naik kelas ke level ketiga yaitu kebutuhan akan cinta dan kasih sayang, hal ini juga yang mendasari dia untuk berani melamar Charity didepan orangtuanya yang kaya raya. Hal ini diperkaya dengan hadirnya kedua puteri mereka. Saat P.T Barnum diPHK karena perusahaan kapal tempat ia bekerja bangkrut maka dia (dan banyak sekali kepala keluarga lain) yang memutar otak yang akhirnya melahirkan inovasi yang melatari The Greatest Showman sesuai dengan filmnya.
Saat kebutuhan level ketiga ini terpenuhi maka secara otomatis akan memasuki level nomor 4 yaitu Esteem needs atau kebutuhan akan pengakuan dan penghargaan. Kebutuhan akan status, harga diri, kedudukan, keinginan untuk dihormati, prestasi, martabat bahkan dominasi ada dalam level ini. Level ini ditunjukan saat P.T Barnum sudah terkenal dan berhasil mengundang Jenny Lind pentas lalu mertuanya yang menghampiri untuk mengucapkan selamat atas kesuksesannya dibalas dengan sarkasme, that is Maslow No. 4, termasuk saat ingin membawa Jenny Lind untuk pentas keliling amerika serikat, memasukkan anak ke sekolah balet dsb, semua dilandasi oleh kebutuhan akan level ini.
Level ini menurut gw salah satu level paling sudah dan penentu apakah layak untuk naik level selanjutnya atau malah jadi manusia dengan ego besar dan sombong. Sering denger istilah OKB bukan? nah salah satu stigma OKB alias orang kaya baru adalah orang-orang yang sudah berhasil menaklukan Maslow Level 3 tetapi malah jatuhnya norak dan sombong, bisa jadi jika tidak sadar diri maka orang-orang ini akan terjebak selamanya dalam level 4 ini.
Saat P.T Barnum mengalami musibah dengan sirkusnya dan insiden PHP ke Jenny Lind serta anak dan istrinya pergi, dia pun mengalami yang dinamakan Self Enlighment, sehingga dia sadar bahwa yang paling penting dalam hidup ini bukanlah Maslow level 4 tetapi..harta yang paling berharga adalah keluargaaaaaa....
Saat dia menyadari itu, dia pun naik level ke lima yaitu Self Actualization, ibaratnya kalau main game ini adalah level berserker, menyadari potensi diri, lalu menciptakan keseimbangan hidup dan biasanya para manusia-manusia superkaya yang kemudian menjadi filantropi, sudah sampai kedalam level ini.
Nah sudah dalam level apakah anda saat ini?

No comments:
Post a Comment