Pages

Sunday, 24 July 2011

perduli sesama menjadi sesuatu yang salah

"Whatever words we utter should be chosen with care for people will hear them and be influenced by them for good or ill" - Buddha

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya, sekelompok manusia yang saling membutuhkan tersebut akan membentuk suatu kehidupan bersama yang disebut dengan masyarakat. Masyarakat itu sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi sesuai dengan sistem adat istiadat tertentu yang sifatnya berkesinambungan dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama[1].

Walau gw menyadari konsekuensi untuk masuk kedalam sebuah masyarakat baru berarti kita harus bisa berinteraksi dengan kebiasaan disana. Ada hal yang susah banget buat gw ikutin yaitu kadar kecuekan individu terhadap sesama yang mendekati kadar over. Disini menyapa saja sukar sekali dilakukan oleh beberapa orang..sungguh luar biasa. Beberapa orang bahkan ngerasa terganggu saat ditanya kabarnya, sungguh! 

Sejujurnya gw ga bisa tuh menjadi kelewat cuek seperti itu, gw ga heran kalo orang yang seperti itu hanya memiliki teman (yang benar2 teman ya) dengan dihitung jari. Sebenarnya hal ini sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat perkotaan. Beberapa bahkan mengubah teman-teman yang gw kenal dari lampung menjadi seseorang yang dingin..sampai sekarang ada beberapa teman gw yang gw ajak ketemu selalu ga bisa, kayak bakal gw tagih utang aja..selalu menghindar..buat gw makin geregetan..

Kapasitas gw blum memenuhi syarat untuk menasehati/mengkritik seseorang mengenai sesuatu yang secara sadar (atau tidak sadar?) mereka lakukan, tapi gw kan orang paling ga tahan buat diam terhadap sebuah kondisi yang tidak nyaman (Ingat jurus Keadaan Sesuai Keinginan punya Yam Lam Thian dari komik The Impeccable Twins) . Seperti dalam hukum fisika, daya tolak sama besar dengan daya dorong. Jadi reaksi akan sebanding dengan aksi. Demikian pula diri gw yang akan beraksi atas aksi yang tidak menyenangkan ini, salah satunya lewat tulisan ini. Otak gw menjadi terbangun di minggu pagi ini saat membaca sebuah status bbm seorang teman yang cukup lucu sebenarnya, dia terganggu karena banyak orang perduli dengan kesehatannya (dia sedang sakit). 

"If you want others to be happy, practice compassion.  If you want to be happy, practice compassion."  ~Dalai Lama

Ini merupakan quote favorit gw, jadi kepo mempunyai sisi positif saat itu mencerminkan compassion atau belas kasihan. Perduli terhadap sesama berarti praktek agar kita dapat menjadi lebih bahagia. So, walau banyak orang cuek & sombong disekitar gw, gw tetap tidak akan berubah! gw akan tetap akan menjadi ramah, bahkan lebih ramah dari sebelumnya, gw akan menjadi lebih care terhadap kalian, oh hell yeah!

Tulisan ini cocok buat bagian Just Wanna Said It . Nick. Over and Out.

"If you find it in your heart to care for somebody else, you will have succeeded. " - Maya Angelou


 [1] Koentjaraningrat, Pengantar Antropologi 1, (Jakarta: Rineka Cipta, Cetakan Ketiga, 2005), hal. 122.

No comments:

Post a Comment