Wednesday, 31 August 2016

The Power of Ikhlas, dari eKTP sampe ponsel

Itu adalah judul episode I'm possible di metro tv minggu lalu yang dibawakan oleh Merry Riana, James Gwee dan Dedy Susanto, replaynya bisa dilihat disini. Terus terang sebagai pengganti The Golden Waysnya Mario Teguh, saya tidak pernah menonton acara ini, sampai kemarin itu yang menurut saya cukup bagus.

Bagus karena kadang kala kita selalu merasa apa yang kita inginkan ga selalu tercapai dan bagaimana menyikapinya. Biasanya setelah mendengar magic words dari para Motivator abis itu tidak diterapkan trus lupa deh, cuma kemarin ini gw bener-bener dapet 'kesempatan' untuk mempraktekannya.

Satu yang pasti, gw sama sekali bukan YES MAN, apalagi kalau sampai dipaksa. Tipikal pemberontak memang sudah mendarah daging, makin tertempa sejak abege sudah hidup mandiri. Salah satunya adalah yang terjadi awal tahun ini. Ponsel gw yang terkenal tangguh bermerek Nokia (meme nokia 3310 sudah masuk kategori legendaris dimana-mana) dengan tipe lumia 920 setelah 2tahun ternyata rusak. Rusaknya menurut tebakan analisis gw adalah karena overheated saat waktu disuruh jadi navigator GPS dibandung, cuaca panas plus colok ke charger mobil. Layarnya menjadi tidak respon dan musti direstart dan didinginkan dulu baru bisa, dari frekuensi harus panas bener baru hang sampai lama-lama chatting dikit aja langsung hang. 

Seperti gw blg diawal, gw ga suka dipaksa, menurut sejarahnya gw selalu ganti hape karena memang gw sendiri yang mau ganti, tetapi karena si nokia ini dah sampe bikin gw ga bisa ngapa-ngapain akhirnya gw dipaksa untuk beli hape baru dan terus terang gw tidak happy karena hal ini. 

Akhirnya setelah terbiasa menggunakan Windows Phone, gw beralih kembali ke android, kali ini mencicipi Xiaomi Redmi 3 yang kalau dilihat sekilas mirip lah sama iphone hahaha.. cukup puas walaupun untuk soal jepretan kamera suka blur karena tidak ada OIS (optical image stabilization) seperti nokia gw cuma ya dengan harga dibawah 2jeti ya kebangetan masih komplain,

Balik ke acara The Power of Ikhlas, setelah menonton acara tersebut esok harinya gw berencana untuk buat eKTP pertama kalinya, setelah membaca bahwa tanggal 30 september adalah batas terakhir berlakunya KTP model lama. Pemaksaan lagi nih,,

Kenapa gw males banget buat eKTP? karena beberapa alasan sbb :

1. KTP gw masih domisili Bandar Lampung dan sebelum keluar peraturan mendagri di april 2016 ini gw tidak bisa rekam eKTP kecuali di lampung which is membutuhkan gw cuti setidaknya 2 hari untuk ngurusnya
2. Syarat-syaratnya ribet ajejubileh.
3. Bayar ratusan ribu, yak gw pernah dikirimin foto dari lampung post sama sudara gw bahwa mulai tanggal *lupa* 2thn lalu, ada denda bila lewat dan belum buat eKTP

karena 3 alasan itu gw makin males buat eKTP kecuali ktp lama gw sudah expired, which is masih maret 2017 sebenernya. Alasan nomor 1 sudah dieliminasi karena sudah keluar peraturan mendagri bahwa bisa beda domisili walaupun ga disemua tempat. Alasan nomor 2 juga sudah dipermudah dengan cukup fotocopy KTP lama dan KK. Alasan nomor 3, walau katanya gratis, kalau anda googling masih banyak tuh pungli didaerah-daerah yang dikenakan biaya untuk buat eKTP yang katanya gratis itu. Akhirnya, IN AHOK WE TRUST, kita ke dukcapil Provinsi jakarta yang terletak di jalan S. Parman sebelah FM1 Hotel.

Dan disinilah terjadi lagi pemaksaan, karena gerbang tol karang tengah sampai detik ini tulisan dibuat masih menjadi salah satu sebab kemacetan diruas tol Jakarta - tangerang, gw males bawa mobil, sehingga akhirnya naek shuttle Lippo sampai ke depan halte Central Park, setelah itu gw melewati jembatan penyebrangan lalu jalan dikit sampe deh. 

Karena sudah lama ga pernah naek kendaraan umum dan menjadi pedestrian di Ibukota membuat spiderman sense gw menurun drastis, dalam waktu ga sampai 10 menit, ponsel gw sudah lenyap dicopet orang! Pedahal itu data-data sedemikian banyak disana! foto-foto selama liburan dsb! Catatan-catatan penting! Lagu-lagu pilihan yang sudah dikumpulkan sedemikian rupa! belum lagi isinya ada email-email kantor yang cukup bersifat confidential. Ditambah ponsel gw yang satunya which is blackberry gemini yang sudah tombolnya copot disana sini, utuh tidak dicopet! tetapi saat coba untuk telpon ke nomor ponsel yang dicopet, 2x berdering trus lowbatt dan gw ga ada powerbank/apapun utk bisa buat dy hidup lagi. groarrrr!!!!

Saat itu yang muncul adalah perasaan marah bercampur panik, karena gw agak khawatir bahwa nanti nmr gw digunakan untuk nelpon ke istri gw atau keluarga dekat untuk penipuan alasan gw kecelakaan dan musti transfer ditambah apabila mereka coba telpon ke nomor gw yang satunya ga aktif juga. Benar-benar stress!

*tarik napas panjang* The Power of Ikhlas sangat bisa dipraktekan disini. Salah satu yang gw inget benar dari acara tersebut adalah bahwa semua yang terjadi adalah Rencana Tuhan dan rencana Tuhan selalu lebih indah dibandingkan rencana kita sendiri. Setelah mengulangi kata-kata itu gw menjadi lebih tenang dan bisa berpikir jernih. 

Kekhawatiran ponsel bisa digunakan untuk penipuan harusnya tidak semudah itu, kenapa? karena harusnya kondisi ponsel tersebut terlock dengan password dan simcard dengan PIN lalu ponsel gw unibody alias tidak bisa lepas cover belakang (sehingga tidak semudah itu dimatikan) dan slot simcard karena musti menggunakan peniti/jarum. Buktinya adalah saat gw coba telpon masih aktif.

Kedua, apabila sampai bisa menggunakan telpon tersebut, seharusnya istri gw, adik gw ga bakal gampang tertipu dengan penipuan model seperti itu. 

Dengan dua alasan itu, gw melanjutkan tujuan pertama yaitu membuat eKTP. Ponsel dicopet sekitar jam 8.30 pagi dan membutuhkan waktu sampai 2 jam untuk buat eKTP. Seriusan pernyataan mendagri bahwa proses perekaman cuma 2 menitan dan eKTP bisa sehari kelar itu tidak terbukti, jadinya sebulan baru bisa diambil. Pedahal ini sudah didukcapil provinsi, dan pendaftar walaupun tidak membludak (hanya belasan orang) tetapi ternyata hanya ada 1 unit komputer untuk perekaman dan 1 orang membutuhkan waktu 10-15 menit untuk perekaman. Setelah perekaman musti menunggu dibuatkan tanda pengambilan eKTP sekitar 10menit. Lambat! dibandingkan dengan proses pembuatan SIM dan Paspor masih jauh tertinggal.

Lalu dilanjutkan dengan buru-buru cari taksi untuk menuju Galeri Indosat untuk blokir nomor, yang ternyata gw ga tahu dimana didekat situ, miss my google map. Akhirnya gw pergi menuju galeri indosat yang gw tahu ada dan dekat kantor yaitu disupermall karawaci. Sambil menunggu giliran di cust. service, gw dipinjamkan charger oleh securitynya yang baik hati untuk mengisi BB jadoel gw. Setelah itu langsung telpon ke istri, adik, dan paman gw untuk memberitahukan kejadian tadi pagi dan untuk waspada apabila dapet telpon dari nomor gw.

Setelah itu langsung menuju kantor dengan maksud untuk blokir akses dan coba wipe hape dengan google account yang ternyata hape gw dah ga aktif T_T 

Saat ini gw lagi nunggu kiriman ponsel baru yang semoga saja cepat dateng agar kehidupan gw bisa kembali lancar. The power of Ikhlas! ini kayaknya salah satu postingan terpanjang yang pernah gw buat deh! Terima kasih ya sudah membaca sampai sini, akan terima kasih lebih bila dibelikan ponsel baru *Eh :hahahaha