Thursday, 28 January 2016

Netflix apaan sih?

Beberapa hari ini lagi ramai didunia maya soal Telkom dan grupnya (indihome, wifi.id dan telkomsel)  memblokir Netflix dengan alasan untuk melindungi konsumen karena banyak konten tidak disensor dan belum memenuhi regulasi di indonesia.


Sebelum kita bisa menjudge si Telkom ini bener atau salah akan lebih baik jika kita bahas apa sih itu Netflix dahulu.

Saya yakin sekali anda-anda sekalian terutama yang anak tahun 80-90an familiar sekali dengan yang namanya rental Laser Disc / VCD / DVD yang sempat menjamur dimana-mana. Nama-nama yang beken seperti Ultra Disc / Odiva menjamur dimana-mana.

Sebenarnya rental film original seperti ultra disc maupun odiva ini adalah salah satu cara yang ampuh untuk melawan pergerakan film bajakan, mengapa? karena dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan menonton di bioskop maupun membeli copy original bisa menonton film original. Harga kaki lima kualitas bintang lima kalau menurut slogan marketing sekarang ini.

Saat itu gw pun memilih menjadi member Ultra Disc dibandingkan mencari film bajakan. Why? karena pertama, kualitas film bajakan buat mata gw sakit. Kedua, gw menghargai orang-orang yang membuat film tersebut. Buat film itu ga mudah cuy, pake duit dan tenaga dan waktu. Respek dikit napa. 

Nah seiring dengan waktu, orang sudah males menghadapi macet gila-gilaan ibukota untuk datang ke rental vcd sekedar untuk meminjam film kemudian kualitas film bajakan yang semakin bagus membuat para penyedia rental film original kembang kempis. Akhirnya mereka pun meredup dan bahkan saat gw buat tulisan ini situs ultradisc.co.id saja bahkan tidak ada lagi. Tragis!

 
Dinegri paman sam, hal yang kurang lebih sama juga terjadi. Semakin bagusnya kecepatan internet membuat orang-orang disana lebih memilih streaming video atau nonton tv kabel saja. Dan hal ini mendorong lahirnya Netflix. Dibandingkan dengan repot-repot datang ke toko rental untuk memilih film yang akan anda tonton, anda tinggal memilih film dirumah baik lewat tablet/handphone anda bahkan dengan adanya Netflix indonesia maka  subtitle yang tersedia sudah ada text indonesia (walaupun tidak semua film ada).

Yang menjadi kekuatan Netflix adalah mereka memiliki sekitar pustaka film ratusan ribu judul. Seandainya ini menjadi sebuah toko rental dvd maka mungkin besarnya sudah sebesar plaza. Plaza isinya dvd semua hehehe. Kemudian mereka menggunakan tarif seperti tv kabel, flat by month. Tinggal anda sesuaikan paket yang diinginkan. Untuk langganan Netflix indonesia mulai dari 109 ribu / bulan. Murah euy!

Bicara tentang security, Netflix sebenarnya sudah ada Parent Control agar jika anak-anak yang menggunakan maka yang muncul adalah film-film yang sesuai dengan umur mereka. Kemudian Netflix bisa syncronize jadi seandainya anda nonton di PC kemudian setengah jalan dipause lalu pengen lanjut nonton pake tablet sambil tidur-tiduran maka film akan berlanjut diterakhir anda pause. Keren kan?

Hasilnya adalah saat ini ada 74 juta orang yang berlangganan Netflix (dengan 44 juta orang di USA) menjadikan Netflix sebuah fenomena tersendiri. Nah balik lagi ke soal blokir Netflix ini. Apakah memang perlu atau ini hanya bentuk 'ketakutan' dari telkom karena bandwidthnya bakal jebol kalau banyak yang nonton Netflix? Karena faktanya hal ini malah dimanfaatkan pesaing Telkom jadi bahan jualan seperti dibawah ini. 

Nah Lhooo
Nah lhoooooooooo

Gw akuin salut sama marketing XL dan My Republic. Angkat Topi!