Monday, 10 August 2015

Movie Review : Mission Impossible : Rogue Nation



Salah satu film yang paling gw tunggu-tunggu tahun ini. Pepatah yang mengatakan "Tua tua keladi, makin tua makin jadi" sangat pas untuk menggambarkan sosok Tom Cruise. Disaat para aktor film action saat lewat umur 50 mulai melempem atau maen film keroyokan uhuk Expendables uhuk.. tetapi cuma Tom Cruise yang bisa tetep menjadi nama yang menjual dan jaminan Box Office.

Seiring dengan bertambahnya umur membuat Tom makin gokil untuk melakukan adegan aksi gila tanpa stunt. Mau dibilang ini hanya Publicity Stunt tetapi ujung-ujungnya Mission Impossible series masih laris manis dan menjadi pemuncak Box Office saat tulisan ini dibuat.

Untuk ide ceritanya tidaklah benar-benar fresh, ide untuk membuat IMF dibubarkan dan hanya beberapa agent saja yang bisa diajak bekerja sama sudah pernah diulas dari Ghost Protocol, film sebelumnya. Tetapi jika sebelumnya memanjat Burj Khalifah maka sekarang Agent Hunt bergelantungan pada pesawat yang akan take off seperti poster diatas. 

Saat anda merasa bahwa film ini bakal garing makan anda akan terkejut. Ternyata adegan pesawat itu bukan klimaksnya, bahkan sudah muncul saat film berjalan 10 menit. So, apa itu membuat filmnya kurang wah? disitu lah kehebatan film ini. Dari awal film sampai akhir tempo cepat dan full action selalu digeber tanpa jeda panjang dengan momen yang tidak dipaksakan. Tetapi ada beberapa pos yang perlu diimprove untuk film selanjutnya, pertama adalah membuat karakter Agent Hunt jangan kelewat dewa, jujur saja ga ada penjahat yang bisa menghentikan maupun membuat dy terancam dalam film kali ini (tidak seperti saat di MI-3 maupun MI-4) bahkan CIA jadi bualan-bualan buat dia seorang saja.


Hasilnya secara overall cukup ok sehingga film ini diganjar 8.5/10. Nonton gih.

Satu-satunya pemeran wanita dalam film ini, lumayan lah :)





Wednesday, 22 July 2015

Special Profile : Wonder Girls

Hari ini baru aja ngeliat teaser terbaru dari Wonder Girls yaitu sekarang mereka beralih dari Dance Group menjadi Band yang akan launching bulan depan. Ajib!

 
Sunmi is back, hotter than before!

 
Yubin, From Rapper to Drummer

Sebagai seorang Wonder Girls Worshiper, gw perlu menjadikan berita ini menjadi sebuah post sendiri diblog. 
Cerita ini dimulai 8 tahun yang lalu saat orang-orang diindonesia kebanyakan belum gempar dengan lagu nobody yang ngehits banget itu, saat main ke rumah sepupu, dia ada ngasih liat video klip Wonder Girls Nobody dan Tell Me. Saat itu belum ngetrend ngeliat dari yutub jadi dia ngasih liat dari hasil donlot entah dari mana. Sejujurnya, gw ga terlalu tertarik dengan girlband korea karena yah terlalu cheesy. Tetapi setelah ngeliat dan mendengar 2 lagu tersebut, gw jadi demen dan terngiang-ngiang dikepala terus jadi dengerin lagu-lagunya yang lain dan ternyata bagus-bagus.

Kekuatan utama dari Wonder Girls yang membedakannya dari girlband sejenis adalah lagu-lagu easy listening yang meliputi berbagai macam tempo, lagu slaw seperti This Time, It's not love dll dan lagu-lagu enerjik seperti nobody, tell me, 2 different tears dll. Betapa benar bahwa musik adalah bahasa universal adalah gw sama sekali tidak mengerti lirik lagu yang mereka bawakan tetapi tetep pengen bersenandung lagu itu. 

Sebelumnya tidak afdol kalau tidak berkenalan dengan personel dari Wonder Girls ini. Mereka setidaknya sudah ada tiga kali mengalami perubahan. Dengan formasi awal adalah sbb :

Dari ki-ka : Yee-un, Sun ye, Sohee, Hyuna, Sunmi
Mereka merilis video pertama mereka adalah Irony yang kental dengan aroma R&B.
setelah itu Hyuna mengundurkan diri dengan alasan kesehatan digantikan dengan Yubin yang jadi Drummer diatas. Hyuna ini kemudian setelah sehat kembali bergabung dengan 4Minutes, girlband korea lain yang kemudian merilis single solo Bubble Pop yang sempet rame karena dikecam terlalu mengekploitasi keseksian Hyuna. Trus doi muncul dengan PSY untuk video terpopuler didunia, Gangnam Style dan Oppa is just my style (Gangnam Style versi Hyuna).

The most popular and perfect formation
Setelah digantikan Yubin, Wonder Girls mulai merintis kesuksesan mereka dengan mengeluarkan beberapa single keren, yang paling dinotice adalah Tell Me. Ini video mengantarkan mereka menjadi salah satu Girlband Korea yang patut diperhitungkan selain Girls Generation. Lalu hadirlah single terbaik mereka, Nobody yang mendongkrak nama mereka di dunia persilatan K-Pop. Selain masing-masing personel jago ngedance mereka juga memiliki suara yang tidak sekedar lips service tetapi bener-bener masing-masing memiliki karakteristik sendiri yang berbeda.

Saat mereka lagi dipuncak kepopuleran, tak lama sunmi keluar sementara karena ingin berfokus pada pendidikan. Posisinya digantikan oleh salah satu instruktur dance mereka yaitu Hyelim. 


dan mereka pun ingin menembus pasar Amerika Serikat yang terkenal kurang bersahabat untuk artis luar negeri paman sam uhuk Westlife uhuk MLTR uhuk Agnes. Namun mereka berhasil mencatatkan diri sebagai girlband korea pertama yang bisa nangkring di tangga lagu Billboard. Mereka juga menelurkan single kolaborasi dengan Akon yang full 100% berbahasa inggris seperti dibawah ini :


Namun setelah itu dari sejak tahun 2012 mereka hiatus sampai saat ini. Dan ternyata kabar mengejutkan kembali datang yaitu Sunmi balik tetapi Sun ye dan So Hee malah keluar. Ketiga orang ini pedahal merupakan motor dari Wonder Girls, saat Sunmi tidak ada, Sunye dan Sohee tetep bisa membawa karakteristik Wonder Girls tetep eksis. 

Salah satu penyesalan terbesar gw adalah melewatkan konser mereka di jakarta tahun 2010. Sampai saat ini mereka tidak pernah konser lagi dijakarta dan seandainya sekarang konser, tentunya kehilangan Sohee dan Sunye membuat tidak pernah sama lagi dengan Wonder Girls yang membawakan Nobody itu.

Semoga comeback mereka bisa sesukses dan bahkan lebih sukses dibandingkan dengan waktu meluncurkan single Nobody :)

Wednesday, 3 June 2015

Movie Review : Pitch Perfect 2

Kemarin sempetin nonton salah satu film yang menurut gw cukup oke banget prekuelnya 


Sebelumnya karena gw belum pernah tulis review yang pertama jadi afdolnya mulai reviewnya dari yang pertama dulu yaa.

Film ini iseng-iseng ceritanya waktu nonton karena udah denger pula video klipnya si Anna Kendrick Cups yang sepertinya cukup viral juga.

Ini film Chick Flick, sudah jelas banget, tetapi karena gw suka nonton film yang banyak cewek cakep diluar genre favorit gw ehem jadinya dicoba saja bos karena gw jamin bakal buat lo surprise (terbukti buat istri gw jadi suka juga dengan Fat Amy)

Film ini tentang grup penyanyi Acapella wanita, Barden Bellas, yang seluruh anggotanya wanita dan setiap kali bertanding cuma menyanyikan satu lagu yaitu The Signnya Ace of Base. Grup ini sangat sering dijadikan olokan karena tidak pernah ada ceritanya grup acapella isinya wanita semua, karena wanita dianggap tidak bisa menggapai low-pitch sehingga ya gitu deh.

Cerita dimulai di kompetisi nasional Acapella dimana persaingan terjadi antara Barden Bellas dan Treblemaker (Grup cowok Acapella satu kampus dengan Bellas) dimana saat itu cukup penting karena selain dari 2 anggotanya Aubrey dan Chloe maka semua personilnya akan lulus kuliah dan tongkat estafet Bellas diberikan kepada mereka berdua. Kejadian memalukan terjadi saat Aubrey muntah saat nyanyi yang membuat mereka musti merelakan kemenangan di tangan Treblemaker.

Saat tahun ajaran baru dimulai, mereka musti merekrut personil baru yang dari kriterianya wanita tinggi semampai dan hot menjadi 'ala kadarnya' karena tidak ada yang tertarik untuk menjadi Bellas. Dan cerita mengenai perjuangan mereka menggapai cita-cita untuk menjadi Grup Wanita pertama yang memenangi Kompetisi Acapella Nasional. Skornya 8.5/10 Cerita yang fresh dan seru buat yang sudah bosen nonton Film musikal yang ceritanya basi.

Cerita lengkapnya musti anda tonton sendiri ya..kemudian cerita berlanjut ketiga tahun kemudian, Pitch Perfect 2 yang sebenernya ada pengulangan formula yang sama. Barden Bellas sudah 3 kali menang kompetisi Acapella, dan dengan status Juara tersebut mereka berkesempatan untuk tampil pada ulang tahun Presiden Obama yang lagi-lagi berakhir musibah seperti yang pertama, A-ca-cuse me? lalu mereka juga menemukan lawan baru yaitu Das Sound Machine, juara acapella eropa dari jerman yang tiap kali beraksi gw seperti melihat mereka ampir saja melakukan gerakan hormat ala Nazi.


Terlalu banyak kemiripan sebenernya tidak masalah asal eksekusinya bisa oke, tetapi joke yang terlontar lebih banyak missed daripada kenanya kemudian kekuatan utama adalah lagu, lagu yang dicover musti cukup asyik seperti film pertama, tetapi ternyata sudah dikeluarkan di trailernya jadi ga suprise lagi. Film ini kehilangan wow effectnya. Tetapi masih pantas ditonton untuk Popcorn Movie. Gw tidak berharap akan ada muncul yang ketiga. Cukup sampai sini saja kecuali Elizabeth Banks dapet ide yang briliant untuk Bellas. Skor 6.5/10.

Thursday, 28 May 2015

Cering alias Cerita Ringan

Hari ini Business Analyst kantor gw lagi liburan ke Bali jadi sampe jam 2 siang, kerjaan gw bisa dibilang magabut, seru yach! Plus boss gw dari sebelum lunch time dah cabut untuk nemenin CEO ngeliat lokasi, jadi bisa dibilang hari ini akan magabut bangett. 

Pengen bahas soal sesuatu yang berat soal masalah transportasi dijabodetabek tetapi suasana hati pengen sesuatu yang ringan jadi bahas yang ringan-ringan saja dulu.

Kalo bahas yang ringan-ringan kenapa ingetnya sama makanan yah pedahal makan terus ga buat ringan tapi tambah berat. Makanan india sejak dulu gw anggep sebuah makanan yang masuk kategori Acquired Taste alias ini tipe makanan yang membutuhkan proses untuk dicintai dan ga semua orang (kecuali orang India) yang bisa telen ini.

Dulu waktu gw masih ngantor di Karawaci, di Benton Junction ada RM. Taal cuma selama 3,5 tahun sekalipun gw ga pernah kepengen mampir buat makan disana.

Perusahaan gw yang baru walaupun notabene berasal dari Inggris tetapi sudah lama banget menjadikan negri singa sebagai Head Officenya selama 40 tahun sehingga training pertama dilakukan di Singapore bukan di Inggris impian ke inggris rontok seketika. dan bukan sesuatu yang aneh melihat banyak sekali orang India disana. 
Depan HO yang mau hujan badai

Selama training, satu hal yang gw takutkan bahwa saat lunch time gw akan dibawa oleh mereka ke resto India dan ternyata sampai hari ketiga, mereka tidak pernah membawa gw *alhamdullilah* 

Pada hari ketiga, gw treat oleh orang-orang indonesia yang sudah hijrah kesana yang sanking lamanya mereka disana sampai ngomong indonesia saja sudah belepotan ckckck dan suprisingly, merekalah yang membawa gw makan di hawker India dongg! 

Jreengg

Must try something different lah kata mereka.Well, ternyata ga seekstrim kelihatannya, makanan india masih cocok juga diperut walau ga sampe spesial-spesial amat sih. Selama disana dinner tiap malem pulang kerja selalu mencari yang mengandung babi agar otak jernih dan bisa menerima penjelasan training yang padat karya.

Yang gw suka dari Singapore adalah gampang banget ketemu ini dan ini murah enak!


Ini di People's Park, murah enak juga
Selama disana, karena ini pertama kalinya overseas dengan tujuan kerja plus beneran jadi ngantor di Tampines sono, jadinya ga kerasa liburan *emang bukan liburan plak!* tetapi pagi-pagi naek MRT pake baju kerja, pulang kerja disana walaupun lancar jaya tetapi jujur saja ngebosenin banget rutinitasnya, sehingga sangat wajar ngeliat tampang-tampang orang kantoran disana tekuk dua belas. Sedangkan disini walaupun perjalanan berangkat dan pulang kantor sangat gila sekali tetapi tetep bisa ketawa-ketawa, ketawa sinting maksudnya :)

Selama disana juga gw sempet ketemuan sama temen sma dulu yang sudah belasan tahun ga ketemu dan sekarang dia sudah menjadi warga sana. Selalu seru kalo bisa ketemu temen deket yang sudah lamaa banget ga ketemu.

Bumil yang sekarang sudah melahirkan

Karena transportasi disana yang begitu bagus, gw ngerasa perlu uji nyali untuk beli Popcorn Garrett di Orchard sejam sebelum balik Indo yang kebetulan sekali pas banget mau malam natal, begini lah jadinya


Akibat nekat
Perjalanan dari Tampines - Orchard - Changi ternyata cuma membutuhkan waktu sejam saja *disertai lari-lari sayang duit kantor*

Setelah balik ke Indo lagi, gantian ada satu senior India ke sini dan gantian kita yang ngajak dy makan India, dan karena yang deket kantor di Kemang jadi kita bawa ke Kinara yang dari luarnya agak creepy tetapi ternyata didalamnya bagus lho

Chicken Tika, naan, lassi etc.

Keren nihh
Begitu kerennya sampai si orang India terkesima dan malah minta dipoto-poto karena ga pernah dy ketemu tempat makan India kayak istana Maharaja begini hehe.Kinara selain tampatnya bagus, makanannya juga gw rasa lebih enak dari di singapore sana dan harganya, cheap! Cuma habis 300rb untuk 7 orang lho.

Tetapi kalo disuruh kesana sendirian untuk makan sih kayaknya ga mungkin deh, tetep masih cinta Chinese Food dan Indonesian Food lah say.

Ya begitu saja ceritanya, namanya juga cering hehehe...

Wednesday, 27 May 2015

Movie Review : Tomorrowland

Sejak pindah kerja ke salah satu daerah dengan tingkat kemacetan paling maut di Jakarta Selatan membuat waktu untuk tidur jadi kurang (6 jam pp rmh - kantor bo!) dan weekend dihabiskan dengan tepar. Tapi ya sudahlah demi mencari sesuap nasi dijalanin saja deh.

Hari minggu lalu baru saja nyari-nyari film untuk ditonton sebagai bahan cuci mata yang sebenernya agak kepaksa karena 2 minggu belakangan ini tidak ada film yang masuk list wajib gw selain Avenger diawal bulan Mei, nah jadi pilihan antara Tomorrowland dan Mad Max. 

Karena Mad Max pastinya sangat kental unsur kekerasan yang gw rasa istri gw ga bakal suka jadi gw beralih ke Tomorrowland yang keluaran Disney.


Ceritanya ini dimulai dengan tema flashback jadi sebenernya endingnya sudah diketahui bahwa ini happy ending, tetapi sejujurnya ceritanya bukanlah sesuatu yang baru dan pangsa pasar yang ditujukan kepada remaja membuat ceritanya sangat minim adegan kekerasan (kecuali ada adegan organ terpotong2 tapi eh ternyata robot jadi sah-sah saja?)

Film yang baik harus memiliki antagonis yang kuat, kalau tidak ada konflik bagaimana seorang jagoan bisa jadi jagoan? Dr. House  Hugh Laurie menjadi penjahatnya tidak memiliki motif kuat untuk jadi antagonis, bahkan gw ngerasa bahwa yang dia lakukan ada benernya juga. Jadi sampai terakhirnya gw masih ngerasa bahwa film ini ada sesuatu yang kurang pas dan karena emosi yang ingin didapatkan terbagi jadi banyak tokoh utama sehingga tidak maksimal, tidak ada yang bener-bener bisa membuat terharu.

Patut dinantikan apakah film ini akan menjadi flop bagi Disney kembali? Skor 6.5/10.

Btw, ada yang kerja didaerah Fatmawati/Cilandak? pernah ngerasa bahwa kemacetan hari kerja didaerah cipete cilandak dan perempatan fatmawati itu sudah terlalu sinting? Dinas perhubungan dan Pemerintah perlu melakukan sesuatu untuk ini. Setahun lagi kayaknya bener-bener sudah ga gerak jalanan itu ckckck..