Pagi ini menjadi pagi yang sangat produktif buat gw, karena memposting 2 tulisan dalam waktu singkat adalah sesuatu yang cukup luar biasa buat gw *kibas poni*. Topik ini gw dapat inspirasinya dari tweet teman gw yang berbunyi seperti ini, "Maksut hati ingin bangun lebih pagi, tp rencana tinggal rencana. Tuhan juga yang menentukan.. *yawn*"
Ada yang aneh dari tweet diatas? kalo kalian bilang tidak ada berarti anda juga setuju dengan judul posting saya diatas :p Tolong diperhatikan bahwa yang akan gw bahas selanjutnya ini bukanlah SARA, sekali lagi gw ga bakal bahas agama! jadi harap singkirkan dulu presepsi negatif yang muncul saat anda membaca judul posting ini.. sudah? berarti kita lanjut..gunakan logika anda dalam membaca tulisan saya maka anda baru dapat memahami apa yang saya tuliskan.
Percaya atau tidak, sejarah membuktikan, manusia memiliki kecenderungan untuk menyembah sesuatu yang memiliki kekuatan diatas mereka. Inget pelajaran sejarah dulu, manusia purba menyembah petir, pohon, gunung, batu, langit dsb, hal ini dinamakan aninisme dan dinanisme. Baru kemudian munculah yang dinamakan agama seperti sekarang ini. Konsep ketuhanan pun muncul dan dipercaya oleh sebagian besar umat manusia di dunia ini. (kecuali atheis).
Gw menangkap sesuatu yang lucu dari konsep ketuhanan yang lazim pada manusia (tanpa membedakannya berdasarkan agama akan tetapi pada manusianya, catet!) yaitu Tuhan lebih kepada kambing hitam atas segala sesuatu hal, terutama yang buruk, yang terjadi pada mereka.
Saat bencana alam terjadi, maka kita semua sepakat bahwa Tuhan sedang murka dan memberikan hukuman kepada kita, saat terjadi kecelakaan dsb kita secara sadar (atau tidak sadar?) suka menyalahkan Tuhan mengapa bisa hal ini terjadi sama kita. Benar begitu?
Terus apakah hal ini salah nick? wah salah banget, salah luar biasa menurut gw. Dengan anda menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam maka manusia ingin melimpahkan semua kesalahan pada Tuhan, jika manusia menghormati Tuhan sebagai sesuatu yang agung, hal ini harusnya tidak terjadi bukan?
Setiap orang harus bertanggung jawab akan kesejahteraan masa depan mereka sendiri. Kita harus bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Sebagai contoh, jika anda ingin kaya dan sukses maka anda bekerja dengan tekun, berdermalah dan jujur. Apabila anda membaca profil dan kisah sukses para orang2 sukses itu maka terdapat beberapa kemiripan, pertama, mereka juga tadinya orang biasa seperti kita bahkan ada yang dari kondisi lebih miskin dari kita, kedua, mereka tidak menyerah! ekstrimnya, mereka tidak menerima nasib mereka, apabila nasib ditentukan oleh Tuhan maka mereka menentang Tuhan, dan yang ketiga, mereka berhasil.
Jadi, dapat gw simpulkan 90% masa depan kita ditentukan oleh kita sendiri, 10% sisanya baru faktor Tuhan atau ada yang mengatakan faktor Luck. Bagaimana dengan yang memang terlahir memang sudah kaya / sukses? yah itu memang sudah garis hidupnya untuk terlahir dikeluarga yang kaya, tapi apabila anak itu kerjaannya foya-foya dan tidak bekerja keras apakah dia dapat mempertahankan apa yang sudah diraih oleh orang tuanya? pepatah mengatakan, mempertahankan lebih susah dari meraih prestasi. Demikian adanya, cerita tentang seorang anak yang menghancurkan kerajaan bisnis yg telah susah payah dibangun oleh ayahnya bukan merupakan hal yang aneh kan?
Tadi cuma satu contoh saja, jadi kesimpulannya, apa yang kita dapatkan adalah hasil perbuatan dari kita sendiri, campur tangan Tuhan amatlah kecil (bila ada) jadi gw akan sangat menyayangkan apabila masih menemukan banyak orang yang menyalahkan Tuhan akan nasibnya bahkan menghujat-hujat Tuhan ckckck
Teroris adalah salah satu contoh terparah akan manusia yang mengkambinghitamkan Tuhan. Mereka memasang bom atas perintah Tuhan. Manusia paling keparat ya seperti ini.
Hanya manusia tidak bertanggungjawab yang menyerahkan tanggung jawab atas hidupnya kepada Tuhan.
Penulis bukanlah seorang ateis dan tulisan ini sekali lagi bukanlah membahas tentang agama sama sekali akan tetapi penulis melihat fenomena yang ada dalam masyarakat dimanapun tanpa terkecuali. Apabila ada bagian dari tulisan ini menyinggung maka penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya.
Speechless.. hehehe... tapi tulisan yang oke nic, realistis dan faktanya banyak yang seperti itu... :D
ReplyDeletespeechless tapi bs komentar ckckck...hahaha..thanks yan..doain kualitas menulis gw tambah oke tar gw jadi pengarang buku kongtai aja wakakakaka...
ReplyDelete