Wednesday, 24 November 2010

Andrie Wongso ke lampung!

Andrie Wongso ke lampung juga akhirnya! Padatnya jadwal si motivator no. 1 di indonesia ini membuat menyaksikan andrie wongso dilampung menjadi sebuah hal yang hampir mustahil. Tapi seperti yang Guru buddha katakan, karma baik berbuah pada waktunya. Jadi inilah waktunya :D

Tepat pada hari minggu kemarin, 21 November 2010 bertempat di Graha Wangsa, Komplek Golden Dragon Restorant, Bandar Lampung. Dalam rangka perayaan HUT ke 50 dan 24 thn masa kebikkhuan Y.A Nyana Maitri Mahastavira mengundang Andrie Wongso dan Dr. Ponijan Liauw, kombinasi keduanya sebagai pengisi acara benar-benar mengundang g untuk datang.

Acara dimulai jam 5 sore, dibuka dengan penampilan artis-artis ibukota dan para pemuda-pemudi menyanyikan lagu-lagu buddhis yang T.O.P.B.G.T trus tari perdana (khas lampung) dan diikuti tari kwan im seribu tangan oleh anak-anak buddhis dari medan. Sebelum andrie wongso tampil dinyanyikan sebuah lagu berjudul Gan En De Xin akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Si motivator no.1 di indonesia ini beraksi.

Menurut g, julukan motivator no.1 di indonesia ini tidaklah berlebihan, why? karena beliau sudah terbukti berhasil memotivasi dirinya (yup, diri sendiri, useless ngaku motivator jika ga bs memotivasi diri sendiri kan?) mengubah nasib from zero to hero. Hal ini yang membuat g salut dan angkat topi, bayangkan jika pendidikan anda maksimal kelas 6 sd, itupun tidak lulus, hidup dikeluarga yang serba kekurangan, target apa yang maksimal anda mampu raih? yaitu sebagai seorang motivator no.1 di indonesia, yang memiliki tarif min. US$ 5000 / session (sebelumnya ditampilkan daftar perusahaan2 yang pernah memakai beliau sebagai motivator, kl g ga salah hitung sudah > 200 perusahaan, kaliin sendiri dapetnya berapa). Siapa yg mengatakan andrie wongso menang hoki?enak aje kata beliau.

Kunci beliau dalam meraih sukses adalah semangat 'gila' pantang menyerah, mau belajar (beliau sadar kalau mengenyam pendidikan bangku sekolah cm sebentar oleh karena itu beliau belajar dan terus belajar sampai saat ini!), percaya bahwa segala sesuatu bisa diubah termasuk nasib dan bermental baja (Gagal?coba lagi. Gagal lagi?coba lagi. Gagal lagi? coba lagi).

Mengatakan memang lebih mudah dari mempraktekkan, namun seseorang seperti andrie wongso tentunya sudah mempraktekan baru bisa mengatakan dan mengantarkan beliau menjadi motivator handal (ibaratnya, siapa yang mau dengerin orang ga tamat sd kongtai kl ga ada buktinya betul ga?) Selain fasih berbicara motivasi, beliau (yg g ga sangka2) ternyata pengetahuan buddha dharmanya juga ok banget, membuat g tambah yakin, kesuksesan duniawi dan kesuksesan nibbana seiring berjalannya.

Yang harus kita lakukan setelah mendengar motivasi beliau adalah do action! jangan malah menghayal macem2. Apabila ada yang bilang ngedengerin motivator itu useless alias ga ada guna, g berani jamin, lo cuma bayar tiket, denger trus doing nothing. Ya percuma geh bo kalo lo cuma dengerin doank, kalo dengerin doank bs sukses, tarifnya andrie wongso ga mungkin US$5000 bisa US$ 5-10jt kali. Don't just listen but do it! Salam Luar Biasa!!!

Gan En De Xin


Alkisah, di sebuah senja kelabu di pinggiran kota kecil Taiwan, tampak seorang laki-laki sedang berjalan pulang ke rumah dari tempat kerjanya sebagai supir taksi. Tiba-tiba, perhatiannya tertuju pada gerakan rumput dan suara gemerisik di sela-sela bebatuan di tepi jalan.

Segera, dihampiri dengan perasaan sedikit was was. Seketika, matanya terbelalak kaget melihat bungkusan berisi bayi merah yang tergeletak di situ. Setelah melihat di sekeliling tempat itu yang tampak sepi-sepi saja, segera diangkat bungkusan bayi itu dengan hati-hari dan dengan tergopoh-gopoh dibawa pulang ke rumahnya.

Setelah terkaget-kaget mendengar cerita dan melihat temuan suaminya, si istri segera mengambil alih menggendong si bayi dengan perasaan sayang. Mereka adalah sepasang suami istri, yang telah lama mendambakan kehadiran anak di tengah keluarga. Bayi yang masih merah itu terasa seperti pemberian Yang Maha Kuasa kepada keluarga mereka.

Waktu terus berjalan. Selang kira-kira usia dua tahun, karena merasa ada yang janggal dengan kemampuan berbicara dan reaksi pendengarannya yang sangat lambat, kedua orangtua itu membawa anaknya ke rumah sakit. Kecurigaan mereka pun terjawab, anak tersebut memang cacat sejak lahir, yaitu bisu tuli. Walaupun sempat terpukul sesaat, namun perasaan sayang yang telah terpupuk selama ini, membuat mereka memutuskan untuk tetap memelihara dan membesarkan si kecil yang sedang lucu-lucunya.

Tahun pun dengan cepat berganti. Walaupun cacat, si gadis kecil adalah anak yang cerdas dan mendapat pendidikan yang baik di sekolah luarbiasa hingga mampu lulus SMA. Setelah lulus, melalui tes dia diterima masuk untuk bidang seni di perguruan tinggi kota besar.

Perasaan gembira dan sedih pun silih berganti. Gembira karena diterimanya si anak ke universitas terkenal, sedih harus berpisah jauh dan dibutuhkan biaya yang besar untuk itu.

Demi mewujudkan impian anaknya, kedua orangtua itu bertekad untuk berhemat dan bekerja mati-matian. Sejak saat itu, si ayah bekerja sangat keras, hampir setiap hari pulang ke rumah hingga larut malam.

Namun...hidup memang sering tidak sesuai dengan rencana manusia. Di saat kuliah memasuki tahun ke-2, suatu malam si ayah pergi dan tidak pernah kembali. Taksi yang dikendarainya bertabrakan dan nyawanya tidak terselamatkan.

Si anak tahu, betapa berat beban biaya yang harus dipikul ibunya dan dia memutuskan untuk berhenti kuliah, pulang dan bekerja serta menemani ibunya di rumah.

Mengetahui itu, si ibu sangat tersentuh dengan pengertian anaknya. Tetapi, ia menegaskan,
"Ibu tahu kesedihanmu, Nak. Ibu juga sangat kehilangan ayahmu. Tetapi kamu tidak boleh berhenti kuliah. Belajarlah yang benar! Selesaikan kuliahmu secepatnya dan ibu tunggu kepulanganmu dengan ijazah di tangan. Dan setiap bulan, ibu akan berusaha mengirimkan uang untuk biaya mu di sana. Ingat, jangan berpikir pulang sebelum kuliahmu selesai. Jika kamu gagal, ibu dan ayahmu di alam sana pasti kecewa karena kerja keras dan pengorbanan kami selama ini akan sia-sia."

Waktu terus berjalan. Selesai wisuda, dengan bangga dan kegembiraan yang meluap serta kerinduan yang sangat, si anak segera pulang ke desanya.

Setiba di rumah, dia mengetuk berulangkali pintu rumahnya yang tertutup rapat. Dan sungguh tidak pernah diduga sama sekali, pertemuan dengan tetangganya ternyata membuat hatinya lumpuh seketika.

"Nak, ibumu setahun lalu telah meningal dunia. Maafkan kami tidak memberitahu karena ibumu meminta kami bersumpah untuk merahasiakannya. Semua sisa uang tabungan ibumu dititipkan ke kami untuk dikirimkan kepadamu setiap bulan dan dia pun meminta kami membalaskan surat-suratmu. Masih ada satu rahasia besar yang sebenarnya ayah ibumu sembunyikan darimu. Bahwa kamu sesungguhnya bukan anak kandung mereka. Walaupun kamu cacat dari bayi, mereka tidak peduli. Mereka tetap menyayangimu melebihi anak kandung sendiri."

Mendengar semua cerita tentang dirinya, duka yang mendalam tidak mampu diwujudkan dalam teriakan histeris. Hanya derasnya airmata yang mengalir tak terbendung.

Di depan makam kedua orangtuanya, sambil bersimbah air mata, si gadis bersujud dan mendoakan kebahagiaan orangtuanya.

Dan, demi mengenang dan mencurahkan rasa syukur yang besar atas kasih sayang dan pengorbanan kedua orangtuanya, lahirlah sebuah puisi yang sangat menyentuh, berjudul "Gan En De Xin" (Hati yang Penuh Syukur)


from www.andriewongso.com


- Dari Puisi yang mengharukan ini terbitlah sebuah lagu berjudul yang sama, lagu ini dinyanyikan oleh Kym Ng, Christopher Lee, Zhang Yao Dong, Ann Kok, Elvin Ng, Felicia Chin, Shaun Chen, Michelle Chia, Ben Yeo & Fiona Xie untuk menggalang dana buat bencana gempa bumi sichuan di china tahun 2008. Sebuah lagu yang sangat bagus untuk dinikmati.

Thursday, 25 March 2010

Sorry

Sudah lebih dari 3 bulan g ga update blog gini. G sadari itu merupakan dosa yang sangat besar..mohon maafkan kekhilafanku ini ya... ^0^